Sudah Tidak Relevan,  Penetapan UU Perkoperasian  Harus Dipercepat 

DEWAWEB

SETU-Ketua Organisasi Kelembagaan Induk KUD,  Toto Iskandar berharap DPR-RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU)  Perkoperasian menjadi Undang-Undang (UU) .  Pasalnya RUU itu dinilai sesuai kebutuhan koperasi.

“RUU Perkoperasian sudah berpihak kepada koperasi dan sesuai mengikuti perkembangan jaman.  Meskipun ada pihak-pihak yang tidak suka,”kata Toto dihubungi.

Toto menyebutkan jika saat ini ada yang menolak RUU Perkoperasian merupakan segilintir pihak yang mempunyai kepentingan, “Karena yang tidak suka itu,  mungkin orang-orang kelompok rentenir yang mengatasnamakan koperasi, mungkin ya,”paparnya.

Saat ini UU yang berlaku adalah Nomor 25 Tahun 1992. Toto menyebutkan UU itu sudah tidak relevan lagi, “Payung hukum itu sudab tidak relevan lagi dan sudah ketinggalan,”tuturnya.

RUU yang baru ini juga telah memiliki prinsip-prinsip yang sangat mencirikan jati diri koperasi, yaitu  pasal 6 ayat (4d) yang berbunyi otonomi dan kemandirian, dan  menyempurnakan prinsip-prinsip koperasi dalam pasal 6 ayat (4g) yang berbunyi kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Kemajuan lain adalah masuknya Koperasi Syariah pada pasal tersendiri,”Sudah sangat komprehensif. Memiliki derajat yang sama dengan usaha lain, termasuk koperasi syariah,”ujarnya.

Toto juga menginginkan RUU Perkoperasian disahkan menjadi UU sebelum pergantian Anggota DPR-RI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here