Resmikan Universitas Pelita Bangsa, Wagub Jabar Ingatkan Mahasiswa untuk Jaga Moral dan Akhlak

  • Share
Peresmian Universitas Pelita Bangsa, Sabtu, 21 September 2019. (Sti Urbanjabar.com)

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Pusat – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Universitas Pelita Bangsa (UPB)  di Cikarang, Sabtu, 21 September 2019. Terhitung sejak 2 Agustus lalu, perguruan tinggi yang semula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)  resmi menjadi universitas. 

Yayasan Pelita Bangsa memperingati peresmian perguruan tinggi baru bernama Universitas Pelita Bangsa (UPB), di Kampus Pelita Bangsa, Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Pusat, Sabtu, 21 September 2019.

Pendiri UPB, Mohammad Mardiyana, pada sambutannya menceritakan sedikit tentang sejarah pendirian UPB. Katanya, pada 1998 ia ingin membantu pemerintah Indonesia menghadapi krisis moneter dengan mendirikan institusi pendidikan.

“Kita pilih nama Pelita Bangsa. Kita harapkan lulusan jadi cahaya bangsa ini. Makanya kita brand-kan dengan kampus ‘megah’. Infrastrukturnya megah, dan visinya,” ucapnya.

Megah, lanjut Mardiyana, adalah kependekkan dari berbagai kata seperti moral tinggi, entrepreneurship, gigih dalam berkarya, ahli di bidangnya.

“Kalau sudah punya empat kriteria tadi, otomatis H-nya, jadi Harapan Bangsa. Kami punya mimpi warga Bekasi kita harapkan bisa jadi sarjana,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menjelaskan UPB meringankan tugas pemerintah, khususnya dalam rangka memberikan pendidikan kepada masyarakat Jawa Barat.

“Ujung-ujungnya nanti masyarakat Jawa Barat memiliki ilmu memiliki peluang untuk bekerja dan menciptakan lapangan kerja. Sebenarnya ini tugas pemerintah. Oleh itu saya berterima kasih,” katanya.

Lanjut mantan bupati Tasikmalaya ini, universitas mempunyai tugas mengembangkan kemampuan siswa dan membentuk watak yang berkorelasi dengan karakter, dan berujung pada akhlak.

“Moral integritas adalah yang paling utama. Memang benar akhlak adalah yang paling utama, nomor hiji. Sehebat apapun keilmuan kita, sebanyak apapun titel pada nama kita, kalau kita tidak punya moral dan akhlak kita tidak ada harganya di masyarakat,” katanya.

(sti)
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *