Lima Petugas PPK Cikarang Barat Ditetapkan Tersangka

  • Share
Ilustrasi. (Radar Mojokerto)

KABUPATEN BEKASI, Kedungwaringin – Lima orang Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) Cikarang Barat ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana pemilu oleh Polres Metro Bekasi. Surat penetapan tersangka keluar sejak tanggal 25 September kemarin.

Kasus ini bermula dari laporan partai NasDem Kabupaten Bekasi yang mendapati adanya formulir C1 yang terpisah dari kotak suara ke Polres Metro Bekasi usai penyandingan data. Kelima PPK itu dari surat penetapan yang beredar diketahui bernama AA, Indra Jaya, Supendi, Abuy dan Sofyan.

Mereka diduga melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu.
Diminta tanggapannya, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin membenarkan penetapan tersangka kepada lima anggota. “Iya bang, KPU Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan KPU Provinsi,” kata Jajang.

Jajang mengatakan pihaknya sudah mengajukan permohonan pemberian advokasi hukum bagi PPK Cikarang Barat ke KPU tingkat Provinsi.

“Kami pastikan KPU Kab. Bekasi senantiasa mengawal dan mengupayakan agar proses hukum yg sedang dihadapi PPK Cikarang barat ini dapat selesai dengan cepat,” paparnya.

Saat ini kelima PPK Cikarang Barat status kerja sudah non aktif karena surat kerja PPK sudah habis sejak bulan Juni lalu.

“Status PPK sudah habis sejak bulan Juni 2019,” ujarnya.

Sebelumnya, diketahui kekisruhan terjadi ketika KPU menjalankan amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan pemohon Partai NasDem di dapil 2, untuk menyandingkan data C1 dengan C1 Plano di Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat. Dalam proses penyandingan pada 117 TPS di Desa Telaga Murni terdapat 41 TPS yang C1 hologramnya hilang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penetapan tersangka ini. Salah seorang tersangka tidak menjawab ketika dihubungi awak media.

(sti)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *