Setu Punya Potensi Pariwisata Terpendam

Salah Satu Masjid di Kecamatan Setu
Salah satu masjid di bilangan Kecamatan Setu. (erwesebelas.com)
DEWAWEB

KABUPATEN BEKASI, Setu – Belakangan ini angka destinasi pariwisata lokal di Kabupaten Bekasi meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir muncul destinasi wisata baru seperti Sungai Rindu di Babelan atau Kawung 3 Bojong Rangkas.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Kecamatan Setu Moohammad Tidzi Abdul Mupti menilai Setu memiliki potensi pariwisata yang kuat apabila digarap dengan serius.

Katanya, salah satu desa yang sudah identik dengan jenama desa wisata di Setu adalah Desa Kertarahayu.

“Dari 11 desa yang paling dikenal Desa Kertarahayu dengan agrowisatanya, potensi alamnya yang cukup banyak. Apalagi di Kertarahayu juga ada beberapa situs budaya seperti Sumur Ambaro, dan tempat historis lain,” ucapnya, Jumat (4/9/2019).

Sebagai Ketua PK KNPI Setu, Tidzi menginginkan setiap gerakan pemuda dapat membangun potensi pariwisata di wilayah masing-masing.

“Sejauh ini Kertarahyu dikenal sebagai arena gowes. Banyak teman-teman dari luar kota trek untuk gowes harus lewatin Kertarahayu. Salah satu spot uniknya di Sasak Mare,” katanya.

Selain itu pesepeda juga akan menemui penjaja makanan di pinggir jalan. Ditambah, salak Cisaat dikenal dengan cita rasa yang berbeda dibandingkan salah pada umumnya. Katanya, salak Cisaat memiliki rasa agak sepat.

“Kalau pengelolaan secara profesional masih belum, karena Pokdarwis masih baru terbentuk. Di sisi lain untuk kesadaran sih sudah ada, lebih ditingkatkan aja. Anak muda banyak yang ingin ngangkat, tapi masih bingung,” kata mantan finalis Abang-Empok Kabupaten Bekasi tahun 2014 ini.

“Itu yang mungkin bisa kita kolaborasikan dengan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan. Harus bisa jadi titik serius, bisa kita angkat lebih jauh. Sejauh ini normatif bisa berjalan,” sambungnya.

Ia melanjutkan, ada beberapa tempat potensial di Setu selain Desa Kertarahayu. Di Desa Taman Rahayu sebagai contoh, di sana menyimpan potensi pariwisata, karena sana terdapat sentra perajin kuningan dengan produk berupa bros, dan atribut pakaian dinas.

(sti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here