Penerapan Sistem Pembayaran Nontunai Terkesan Dipaksakan

  • Share
Transaksi nontunai
Ilustrasi sistem transaksi nontunai. (rediff.com)

KABUPATEN BEKASI, Tambun Selatan – Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi bakal berkirim surat ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terkait keluhan para kepala desa akan penerapan pembayaran nontunai.

Pasalnya, penerapan pembayaran nontunai terkesan terburu-buru tanpa adanya sosialiasi terlebih dahulu kepada para Kepala desa. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Apdesi Kabupaten Bekasi, Jaut Sarja Winata.

“Kita ga tahu nih, instruksi ini seluruh Indonesia atau Kabupaten Bekasi saja, karena kalau bicara kesiapan teman-teman kepala desa banyak yang mengeluh ke Apdesi. Mereka banyak yang belum siap,” kata Jaut, Senin, 7 Oktober 2019.

DPMD sudah mulai menerapkan pembayaran nontunai, menurut Jaut seharusnya pemerintah sebelum menerapkan sebuah sistem harus terlebih dahulu memberikan pelatihan.

“Harusnya diberikan pelatihan terlebih dahulu, jangan terkesan dipaksakan. Saya ga tahu ini bukan tambah lurus apa malah tambah berantakan,”paparnya.

Kepala desa juga mengeluhkan sikap DPMD yang terlalu kaku dan tidak lebih dahulu mengajak kepala desa untuk komunikas. “Kemarin sudah ada pertemuan, tapi ga memberikan ruang komunikasi,” katanya.

Baca JUGA: desa belum siap dengan sistem pembayaran nontunai

Jaut menambahkan, jika persiapan pembayaran non tunai dilakukan secara matang, kepala desa tidak akan mengeluhkan penerapan sistem tersebut.

“Kalau korupsi itu kan kembali ke pribadi kepala desa, dengan sistem juga bisa korupsi kalau sudah mentalnya korup. Intinya kepala desa itu harus punya tujuan untuk membangun,”paparnya.

Sebelumnya, diketahui kepala desa mengeluhkan sistem pembayaran non tunai yang diterapkan tanpa ada pelatihan yang berdampak kesulitan kepala desa untuk menerapkan

Kades Gandasari, Midik Frabowo yang menilai jika saat ini semua desa belum siap untuk melakukan pembayaran non tunai. “Kita masih meraba, kalau kemarin kan misalnya rapat kita siapin buah-buahan itu kan belinya ngecer, kan tukang buah ga ada nomor rekening, masih banyak masalah kecil lainnya,” paparnya.

(kui)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *