Reduksi Paham Radikal dan Ekstrem, Mabes Polri Gandeng LDNU Kabupaten Bekasi Gelar Seminar Kebangsaan

Seminar Kebangsaan Mabes Polri
Peserta kegiatan Seminar Kebangsaan berfoto bersama. (Sti Urbanjabar.com)
DEWAWEB

KABUPATEN BEKASI, Tambun Selatan – Terduga teroris marak ditangkap di wilayah Bekasi, baik Kota Bekasi ataupun Kabupaten Bekasi. Hal itu memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat luas bahwa orang yang tergabung organisasi teroris dekat dengan mereka.

Mabes Polri berupaya membendung paham-paham yang mengancam kehidupan bernegara itu dengan menggelar Seminar Kebangsaan, bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi.

Seminar bertajuk ‘Mereduksi Perkembangan Ekstremisme, Terorisme, dan Intoleransi Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Kondusif’ digelar di Pondok Pesantren An Nadwah, Tambun Selatan, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Perwakilan dari Mabes Polri, AKBP Syuhaimi SH, menjelaskan upaya ini salah satu program promoter kapolri yang dijabarkan sesuai dengan kebutuhan perkembangan situasi yang terjadi saat ini.

“Kita bisa melihat bagaimana kondisi wilayah Polda Metro Jaya dan sekitarnya, khususnya Bekasi. Bekasi ini dalam beberapa minggu dan bulan terakhir menjadi perhatian khusus dengan aktivitas gerakan kelompok-kelompok radikal,” ucapnya.

“Kelompok itu mengarah aksi terorisme. Dari pemantauan dan monitor di lapangan, sebagian dari mereka yang tertangkap terindikasi melakukan rencana aksi amaliah. Yang ditangkap di Bekasi bulan September lalu ada kaitan dengan kelompok Banten,” sambungnya.

Dengan melihat situasi Bekasi yang demikian, maka Mabes Polri mencoba bekerja sama dengan pihak organisasi masyarakat maupun komunitas yang dianggap dapat bersinergi dengan pihak pemerintah, ulama, atau pemangku kepentingan lain.

“LDNU ini kan salah satu yang selama ini kita sudah lihat bagaimana kredibilitas mereka dalam membangun kesatuan dan persatuan NKRI. Ini sangat penting, kita melakukan sinergitas dan menjadikan organisasi sebagai mitra untuk mem-protect dan memberikan immune untuk pemuda dan masyarakat,” imbuhnya.

Ia berharap dengan kegiatan seperti ini dapat mereduksi paham-paham yang dapat berpotensi membahayakan negara dan menjadi pembelajaran masyarakat.

“Tadi kan dikupas, dari testimoni mantan teroris, bagaimana kaca mata akademisi, kacamata kampus, dan lain sebagainya. Masalah radikalisme tidak bisa ditangani satu institusi saja, misalkan BNPT saja, densus saja. Semuga bergerak secara bekerja sama,” katanya.

Ada tiga narasumber yang dihadirkan, pertama akademisi Dr. Ulil Abshar Abdalla, kemudian Ketua PP GP Ansor Dr. Hasanuddin Ali, dan mantan terpidana kasus terorisme Haris Amir Falah.

Di tempat yang sama, Ketua LDNU Kabupaten Bekasi Ustaz Zaidan Fikri mengatakan berharap dengan kerja sama dengan Badan Intelkam Mabes Polri dapat mereduksi terorisme, ekstremisme, dan intoleransi.

“Itu sangat berbahaya, musuh besar. Bangsa ini bisa bubar karena paham ini sangat radikal. Yang lebih bahaya, bisa menjalar ke mana pun. Instansi, pejabat BUMN, perusahaan-perusahaan, kampus-kampus, dan sekolahan,” katanya.

LDNU berharap dengan kegiatan seperti ini dapat menyadarkan masyarakat lain agar tidak terpengaruh paham tersebut.

“Ini akan berlanjut lebih aktif lagi ke perusahaan, ke sekolah-sekolah. Pendidikan pemahahaman ini kan hanya beribadah secara syariat. Kita harus berbangsa, bernegara harus. Bagaimana kepada Allah cinta, kepada negara juga,” demikian Zaidan.

(sti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here