Wacana Penghapusan UMK, PC SPEE FSPMI: Niat Jahat Pengusaha

Abdul Bais
Ketua PC SPEE FSPMI Abdul Bais. (Foto: Urbanjabar.com)
DEWAWEB

KABUPATEN BEKASI, Tambun Selatan – Meski baru wacana, skema pengupahan dengan meniadakan upah minimum kabupaten/kota (UMK) membuat para pekerja di Kabupaten Bekasi resah. Mereka menolak keras wacana yang digulirkan itu.

Ketua PC SPEE FSPMI, Abdul Bais, menilai wacana itu merupakan niat buruk pengusaha untuk membayar pekerja dibawah UMK. Jika mengacu pada UMP otomatis pekerja akan menerima bayaran dibawah UMK.

“Pengusaha yg bayar pekerja dibawah UMK bisa dipidana, siapun punya niat jahat bisa dipidana,maka siapapun yang niat dan sudah menyatakan meminta agar UMK dihapus seharusnya kena pelanggaran pidana,”katanya dikonfirmasi.

Ia mengatakan gubernur sudah menetapkan UMP yg nilainya pasti dibawah UMK artinya pengusaha akan membayar upah dibawah UMK.

“Ini tugas para sarjana hukum. Harus serius menyikapi kasus upah ini,” paparnya.

Bais mengatakan wacana itu bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan, dan secara sistematis akan memiskinkan kaum buruh.

Sebelumnya ramai diberitakan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, memungkinkan saja bila nanti skema pengupahan hanya mengacu pada UMP, termasuk untuk kabupaten/kota.

(sti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here