Perluasan TPA Burangkeng Tak Selesaikan Masalah Sampah

  • Share
Perluasan TPA Burangkeng Tak Selesaikan Masalah Sampah
TPA Burangkeng. (istimewa)

KABUPATEN BEKASI, Setu – Perluasan tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) di Desa Burangkeng tak serta mereta membuat persoalan sampah di Kabupaten Bekasi selesai.

Begitu pendapat Leo, nama panggilan dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Setu, Acep Juandi. Sejak awal ia tak sependapat dengan perluasan TPAS Burangkeng.

“Jangan karena dalih TPA tidak menampung lagi perluasan TPA Burangkeng di lakukan dengan cara yang kurang tepat, karena peluasan TPA Burangkeng bukan solusi,” ucap Leo kepada urbanjabar.com kemarin, 20 November 2019.

Ia juga menyayangkan, mengapa pemerintah Kabupaten Bekasi cenderung sunyi dan sembunyi-sembunyi mengenai perluasan TPA.

“Seharusnya sebelum perluasan ajak masyarakat berdialog setuju atau tidak TPA diluaskan, baru buat peraturannya, karena yang merasakan dampaknya adalah kecamatan Setu,” ucap pria kelahiran Setu ini.

Apabila Pemda Kabupaten Bekasi bersikuku memperluas TPA, Leo bersama kawan-kawannya di Karang Taruna siap menolak.

Gerak diam-diam pembebasan lahan?

Menurut informasi yang beredar di sekitar warga, sudah ada utusan Pemda Kabupaten Bekasi yang mulai bergerak untuk pembebasan lahan.

Kami menemui salah satu orang itu dan ia mengakuinya. Pada intinya, pria yang namanya tak ingin tercantum pada narasi ini, disuruh membantu pembebasan lahan untuk TPA.

Ia mengaku tak tahu dinas apa yang mengutusnya, karena ia sendiri difasilitasi oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Tak mau harga murah

Madih, Ketua RT 001 RW 03 di Kampung Jati, lokasinya ada di belakang area TPA, mengaku sudah mengendar kabar tentang perluasan itu.

Tapi, ia dengan tegas mengatakan warga belum tentu mengamini pembebasan lahan untuk TPA jika tak cocok soal harga.

Karena mereka sebelumnya sudah mengetahui berapa lahan yang dibayar oleh pihak pemerintah untuk Tol Cimanggis-Cibitung, mereka ingin harga tanah yang dibebaskan sama atau tidak lebih sedikit dibandingkan pembebasan untuk tol.

“Masalah warga, asal harga cocok ya dijual aja. Berani gak Pemda beli seperti lahan yang terkena pembebasan tol?”

(sti)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *