Berpengalaman di 8 Dinas, Maman Firmansyah Kini Dipercaya di DPMD

Maman udah mau diperluas Sisan Suranto
Maman Firmansyah. (Urbanjabar.com)
DEWAWEB

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Pusat – Amanah merupakan suatu yang tak ternilai bagi Maman Firmansyah. Maklum saja, pria kelahiran Bekasi, 16 April 1969 , itu baru mendapat kepercayaan Bupati Eka Supria Atmaja untuk membantu Kepala DPMD Ida Farida mengurus persoalan desa. Baik keuangan hingga Pilkades Serentak 2020 mendatang.

Meski Maman bukan orang baru di lingkungan Pemkab Bekasi. Ia pernah mengisi belasan jabatan strategis di delapan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Ya, mungkin saya termasuk senior di Pemda, karena sudah ada 15 jabatan di delapan dinas pernah saya pegang,” kata Maman.

Maman kali perdana menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Kelembagaan pada Bagian Organisasi Setda, Tugas Belajar MM UGM, Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana Perekonomian pada Bagian Ekonomi Setda, Kepala Sub Pemerintahan pada Bappeda, Kepala Sub Bagian Evaluasi pada Bagian Pembangunan Setda, Kepala Sub Bagian Bina Program pada Bagian Pembangunan Setda, Kepala Seksi Bangunan pada Dinas Tarkim.

Kemudian kepala Seksi Pendataan pada Badan Pendapatan Keuangan dan Asset Daerah (BPKD), Kepala Seksi Penagihan pada Badan Pendapatan Keuangan dan Asset Daerah (BPKD), Kepala Seksi BPHTB pada Badan Pendapatan Daerah Bapenda, Kepala Seksi PAD pada Badan Pendapatan Daerah Bapenda, Terakhir, pada April hingga Oktober 2019 ini menjabat Kasi di DPPKB.

Maman mengaku jabatan baru ini merupakan tantangan tersendiri. Karena menurut dia, meski lulusan IPDN tahun 1991 tapi tak pernah menjabat di lapangan seperti kelurahan/desa maupun kecamatan.

“Kebetulan Bu Kadis kakak kelas di IPDN. Tapi saya belum pernah penempatan di kelurahan maupun desa sehingga harus belajar lagi,” tutur dia.

Maman melanjutkan 180 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Bekasi tentu memilki persoalan berbeda-beda.

“Misal bantuan keuangan desa, ada DAK, DAU Bangub. Tapi syukur alhamdililah ini kita sosialisasikan pembayaran nontunai agar keuangan desa lebih baik,” bilangnya.

Dirinya memastikan bahwa DPMD hanya memfasilitasi agar arus keuangan desa berjalan sesuai peruntukannya.

“Ya kan semua masuk ke kas desa, jadi pemerintah desa bisa menggunakannya sesuai progran yang diusulkan. Intinya jangan sampai langgar aturan,” tukas Maman.

Lebih jauh, Maman menambahkan sebanyak 16 desa akan menggelar Pilkades Serentak 2020. Dengan begitu, ia harus memfasilitasi pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar.

Di mana, Pilkades sebelumnya terjadi banyak gugatan.

“Tentu fasilitas dan kapasitas Pilkades belum pernah saya alami langsung, makanya seminggu ini saya turun dan tanya langsung. Jadi namannya senior rasa junior,” bilangnya.

Meski begitu, Ia optimis bisa menjalankan amanah yang diberikan. Terlebih, sejumlah program telah dijalankan seperti penerapan Siskeudes.

“Saat ini kita intens komunikasi dengan desa hingga camat soal aturan seperti apa, pembentukan tim, hingga sosialisasinya,” tukas dia.

(kui)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here