Kasus Pengaturan Skor, Askab Bekasi Bakal Minta Keterangan Pengurus Persikasi

  • Share
Match Fixing Persikasi
Ilustrasi match fixing. (Foto: Lawinsport.com)

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Pusat – Askab Bekasi bakal memanggil pengurus Persikasi persoalan kasus dugaan match fising Persikasi vs Perses Sumedang.

Ketua PSSI Kabupaten Bekasi, Hamun Sutisna mengatakan pihaknya meminta penegak hukum agar mengusut tuntas hingga selesai persoalan dugaan pengaturan skor atau match fising tersebut. Dirinya juga menjawab soal tudingan bahwa penugasan wasit itu dari Asprov PSSI Jawa Barat bukan kewenangannya.

“Usut tuntas hingga selesai. Kalau penugasan bukan kewenangan, penugasan wasit kewenangan Asprov Jabar dan panpel itu semua manajemen dari persikasi. Kita tidak terlibat baik panpel dan semuanya,” kata dia saat dihubungi urbanjabar, Rabu, 27 November 2019.

Menurut dia, pertandingan tersebut merupakan hajat Asprov PSSI jawa Barat dan dia beralibi bahwa wasit tersebut bukan penugasan pihaknya.

“Dalam waktu kita akan memanggil pengurus persikasi mintai keterangan apa yang terjadi,” tandasnya.

Sementara itu status tersangka 3 orang pengurus Persikasi yang terkena dugaan kasus match fixing atau pengaturan skor masih tetap berstatus ASN. Hal itu dikatakan, Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Edward Sutarman.

Menurut dia, Pemkab Bekasi belum bisa bertindak mengenai status 3 ASN yang tertangkap kasus dugaan match fixing lantaran dari Polda sendiri belum ada pemberitahuan ke pihaknya.

“Nanti kita lihat dulu kasusnya seperti apa kalau kemudian jika itu terbukti statusnya tersangka dan ditahan, kita bisa pemberhatian sementara dulu itupun kalau ada dasarnya surat penahanan dari poldanya ke kita itu dasar kita untuk pemberhentian sementara kepada ASN statusnya tersangka,” kata Edward.

Menurut Edward, tiga pengurus persikasi masih tetap berstatus ASN hingga ada proses hukum tetap dari kepolisian yang menetapkan tiga orang tersebut.

“Untuk sekarang masih (ASN, red) kan masih proses dulu dan belum ada laporan dari poldanya ke kita. Jika udah ada suratnya ke kita baru kita proses surat pemberhentian sementara,” tutupnya.

(kui)
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *