Konsolidasi Akbar PUK PT Aisin:  Apatis atau Terus Berjuang

Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, menyampaikan sambutan pada kegiatan konsolidasi itu, Sabtu, 14 Desember 2019. (Foto: Urbanjabar.com)
DEWAWEB

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Selatan – Ratusan buruh yang tergabung Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (PUK-SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Aisin Indonesia menggelar konsolidasi bertema “Hanya Ada Dua Pilihan Menjadi Apatis Atau Terus Berjuang” di gedung serbaguna perusahaan, Kawasan Industri EJIP, Cikarang Selatan, Sabtu, 14 Desember 2019.

“Kita ingin membangkitkan semangat teman-teman. Bahwa di kondisi sulit ini hanya ada dua pilihan, dengan tantangan saat ini apakah teman-teman mau bersama berjuang atau diam,” kata Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Aisin Indonesia. Oman Faturohman kepada awak media

Tantangannya, kata Oman, adalah regulasi-regulasi pemerintah yang bakal berdampak ke nasib buruh.

“Tantangan eksternal itu regulasi, di internal itu teknologi, kalau kita tidak siap akan kalah bersaing,” ujarnya.

Oman menjelaskan hubungan manajemen dengan serikat pekerja selama ini berjalan cukup harmonis. Terdata sudah seribu lebih pekerja yang sudah terdaftar sebagai anggota serikat pekerja.

Dalam konsolidasi itu, turut hadir Anggota Komisi IX DPR-RI Fraksi Partai Gerindra, Obon Tabroni dan juga Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPAMK FSPMI, Suparno.

Suparno memberikan apresiasi kepada militansi dan solidaritas PUK PT Aisin yang terbilang cukup kompak. Pihaknya berharap solidaritas dapat ditingkatkan kepada rekan sesama buruh.

“Era sekarang, aturah buruh semakin ngejlimet, kebijakan berpengaruh ke pekerja langsung. Disitulah dengan kondisi apapun kita harus berjuang bersama,” kata Suparno.

Suparno juga menilai hubungan serikat dan manajemen perusahaan sangat baik. Sehingga ia meminta untuk seluruh anggota dapat bekerja dengan maksimal memberikan yang terbaik.

“Pekerja baik kontrak ataupun karyawan tetap harus bekerja dengan baik. Berikan yang terbaik untuk diri kita. Karena kalau kita sudah berikan yang terbaik, dampak yang baik akan diterima,” tuturnya.

Obon dalam sambutannya mengatakan tantangan buruh adalah undang-undang yang dapat berimbas kepada pekerja. Sebagai legislator, Obon akan berusaha undang-undang tidak merugikan pekerja.

Dalam Konsolidasi itu, panitia membuka bazar yang diisi oleh tenant-tenant dari pihak anggota PUK. Hal ini untuk meningkatkan ekonomi anggota.

(sti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here