Harbolnas Tak Begitu Menarik

  • Share
Harbolnas Tak Begitu Menarik
Seorang pelajar SMAN 1 Sukatani tengah mengecek situs e-commerce lewat ponselnya, Kamis, 12 Desember 2019. (Foto: Kelompok 2)

Berita ini adalah hasil karya peserta Workshop Jurnalistik Urbanjabar.com yang telah disunting dan disesuaikan dengan redaksional

KABUPATEN BEKASI, Sukatani – Tiap tanggal 12 Desember selalu diperingati sebagai hari belanja online nasional (harbolnas). Pada momentum harbolnas, harga barang dijual dengan diskon yang jauh lebih besar dibandingkan pada hari biasa.

Sebagai contoh, tahun lalu ada seorang pengemudi ojek online mendapat mobil Mini Copper dengan hanya dengan Rp 12.000 saja. Dedi Haryadi adalah orang yang beruntung tahun lalu.

Di SMAN 1 Sukatani, para siswa tak begitu berminat berburu barang murah pada momen tersebut, salah satunya Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Sukatani, Najwa Sukma.

“Tidak ada rasa minat untuk mengikuti harbolnas dan juga karena tidak ada barang yang akan saya beli,” katanya, Kamis, 12 Desember 2019.

Para guru pun demikian, tak begitu berminat terhadap banyak promo pada harbolnas.

“Kalau saya sebenarnya tertarik, tetapi tergantung ada atau tidaknya biaya. Kalau sekiranya saya tertarik dengan barangnya, saya akan beli,” kata Guru Seni Budaya, Pak Zaenal Arifin.

Agar mendapat barang murah saat harbolnas tak semudah yang dibayangkan. Karena, pembeli mesti bersaing dengan pembeli lain di seluruh Indonesia yang memburu barang serupa. Jika lambat, maka barang tentu tak dapat.

Penulis: Kelompok 2
  1. Amanda Putri Cinta
  2. Rifki Bilal Hariri
  3. Auliya Rachman
  4. Lika Andini
  5. Alfa Rizi

Mengapa foto di atas terpilih?

Karena hanya satu-satunya yang dikirim. Meski demikian, komposisi foto itu juga sudah cukup bagus dan cukup menerangkan isi berita.

Saat menulis caption, jangan lupa cantumkan hari, tanggal, dan keterangan tempat atau pelaku. Ingat, terapkan 5W+1 pada penulisan caption.

Komentar atas naskah Kelompok 2

 

“Tampaknya Kelompok 2 ini juga bingung membuka berita (lead). Tapi, sudah terlihat bahwa kalian berupaya menerapkan struktur piramida terbalik.

Untuk memperkaya narasi, tak apa membaca berita lain. Contoh pada tulisan ini, ketika menulis tentang Harbolnas, kalian harus tahu minimal harbolnas itu apa.

Jangan lupa perkaya narasi dengan membaca informasi dari sumber lain. Itu tak apa, asal tak copy-paste.

Penerapan PUEBI sudah cukup oke. Sayangnya, naskah masih terlalu pendek.

Kuncinya, agar tulisan makin kaya, maka gemarlah membaca. Rajin baca berita, tulisan kalian akan makin oke. Percayalah.

Semangat selalu!

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *