Penghapusan UN Disambut Baik

Siswi SMAN 1 Sukatani Inka Rizky dan Ibu Entin. (Foto: Kelompok 1)
DEWAWEB

Berita ini adalah hasil karya peserta Workshop Jurnalistik Urbanjabar.com yang telah disunting dan disesuaikan dengan redaksional

KABUPATEN BEKASI, Sukatani – Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) Nadiem Makariem resmi menyetop UN mulai 2020. Meski, belakangan Nadiem menegaskan UN tak benar-benar dihapus tetapi lebih disederhanakan sistemnya.

Apalah daya, masyarakat secara luas kadung tahu bahwa UN dengan sistem standar nilai tertentu sudah tidak ada. Beragam respons pun muncul.

Staf Tata Usaha SMAN 1 Sukatani, Ibu Entin Suryaningsih, salah satu orang yang setuju dengan peniadaan UN dengan sistem lama.

“Setidaknya dengan diberhentikan UN akan mengurangi anggaran dana yang dibutuhkan, mengurangi beban sekolah, dan beban para siswa,” katanya, Kamis, 12 Desember 2019.

Sementara itu Siswa Kelas XI IPA 2, Inka Rizki, juga berpendapat hal yang sama. Menurutnya pemberhentian UN membawa kepada hal yang lebih baik.

“Karena siswa kelas 12 bisa lebih fokus terhadap ujian masuk kuliah. Akan tetapi, dampak dari pemberhentian UN bagi siswa kelas 12 akan merasa senang karena tidak ada lagi UN. Namun UN akan diberlakukan oleh kelas 11 yang lagi-lagi menjadi bahan percobaan,” katanya.

Penulis: Kelompok 1
  1. Dewi Gita
  2. Siti Nurjanah
  3. Lutfia Hanum
  4. Asifah Fitriani
  5. Nabila Shalsabila

Mengapa foto di atas terpilih?

Dua foto yang dikirim sebenarnya tak memenuhi standar yang diharapkan. Tapi usaha kalian patut diacungi jempol.

Untuk menyiasati, redaksi memilih mengolasekan kedua foto yang kalian kirim agar lebih laik untuk dijadikan foto berita.

Ingat ini, upayakan memfoto narasumber saat berbicara dan dari jarak dekat. Foto siswa yang kalian kirim sudah cukup oke, tapi sayang dia sedang mingkem.

Nah, Bu Guru itu justru bagus, tetapi komposisinya terlalu jauh. Dan dalam ekspresi yang kurang baik. Upayakan narsum pada wajah terbaiknya.

Komentar atas Naskah Kelompok 1

Naskah ini terlihat dengan jelas dibuat dengan terburu-buru. Mestinya lebih tenang saat mengetik walau dipacu waktu.

Ingat, kalau kalian jadi wartawan, saat ditagih berita oleh redaktur, maka kalian tidak boleh gusar dan salting ketika mengetik. Harus tetap tenang.

Tidak ada lead pada berita ini, yang ada hanya body yang diletakkan di bagian lead.

Agar mendapat ide pembuka paragraf, kalian bisa membaca seputar UN di media lain. Hal ini membantu memperkaya narasi.

Secara umum, tulisan kalian sudah cukup terfokus hanya saja kurang rapih. Semua itu dapat dibenahi jika kalian rajin membaca, juga rajin menulis.

Jangan menyerah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here