SMAN 1 Sukatani di Mata Guru dan Murid

SMAN 1 Sukatani di Mata Guru dan Murid 2
Siswi SMAN 1 Sukatani Aditya Malika dan Guru Biologi Ibu Putri Kumalasari, Kamis, 12 Desember 2019. (Foto: Kelompok 4)
DEWAWEB

Berita ini adalah hasil karya peserta Workshop Jurnalistik Urbanjabar.com yang telah disunting dan disesuaikan dengan redaksional

KABUPATEN BEKASI, Sukatani – SMAN 1 Sukatani merupakan sekolah tertua ketiga di Kabupaten Bekasi. Sekolah ini berdiri sejak 1989 dan telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan hingga saat ini.

Guru Biologi SMAN 1 Sukatani, Ibu Putri Kumalasari, mengatakan kondisi lingkungan sekolah ini sudah cukup baik meski masih ada beberapa fasilitas yang kurang.

“Lingkungan SMAN 1 Sukatani juga masih asri karena banyaknya pohon terutama pohon mangga. Sekolah ini juga masih memiliki taman yang cukup lengkap tumbuhannya,” katanya, Kamis, 12 Desember 2019.

“Para siswa juga mulai menerapkan program Lisa (lihat sampah ambil, Red) sehingga membuat keadaan lingkungan menjadi lebih bersih,” sambungnya.

Secara pribadi ia berharap SMAN 1 Sukatani memiliki fasilitas yang meningkat ke depannya.

Secara terpisah, Siswi Kelas X MIPA 1, Aditya Malika Kirani Gunawan, menyebut masih ada kekurangan dari sekolah ini, salah satunya toilet siswa.

“Beberapa ruang kelas juga masih ada yang kurang layak, baik dari lantai yang retak dan tidak dapat perbaikan ataupun pada atap yang rusak sehingga pada saat hujan masih bocor,” katanya.

Penulis: Kelompok 4
  1. Adith Adryan Dwiangga
  2. Wahyu Novian Rezaldie
  3. Ilham Wikrama Putra
  4. Dedeh febriyanti
  5. Zahra Asy-syifa

Mengapa foto di atas terpilih?

Agak bingung memilih tiga foto yang dikirim Kelompok 4. Menurut redaksional, tak ada yang lolos kriteria. Tetapi kita mesti memilih, sehingga lebih baik mengolasekan gambar murid dan guru yang dimaksud.

Andai kata gambar bagian tak elok itu ada siswa, maka itu yang akan terpilih.

Foto Bu Guru nan cantik itu terbilang segar, kenapa? Ada es di sampingnya. Jadi haus. Usahakan narasumber jangan difoto dengan tersenyum menghadap ke kamera. Foto macam itu cocoknya untuk artikel Profil Bu Guru Putri, Sang Guru Biologi.

Dan untuk foto si Dedek Aditya, mestinya lebih dekat, dan diambil saat dia berbicara agar tampak natural.

Komentar atas Naskah Kelompok 4

Naskah kelompok 4 dapat dibilang runner up-nya. Kenapa? Naskah tersusun rapi, meski ada beberapa kekurangan.

Semestinya, jika digarap lebih maksimal, naskah ini sudah patut menjadi pemenang.

Narasi naskah ini seakan tak terfokus. Ketika ingin membuat berita, semestinya ditetapkan lebih dulu arahnya ke mana.

Misal, komentar guru dan siswa, dapat lebih terarah jika pewawancara mengarahkan ke suatu topik tertentu.

Kalian bisa tanya, “Plusnya sekolah kita itu apa menurut Ibu?”

Dan disambung, “Kalau minusnya menurut Ibu apa?”

Secara keseluruhan naskah ini cukup oke lah. penerapan tanda baca, kalimat, kapitalisasinya sudah cukup oke.

Sayangnya, lead-nya bukanlah sebuah lead yang semestinya. Itu lebih tepat disebut sebagai body yang dipaksakan menjadi sebuah lead.

Bingung ya bikin lead? Makanya terus belajar, ya. Banyak-banyak baca berita.

Semangat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here