Ribuan Buruh Disiapkan Geruduk PT Posmi di Kawasan MM 2100 

FSPMI
(Ilustrasi) Ketua PC SPAMK FSPMI Bekasi, Suparno, saat konsolidasi di Omah Buruh, Selasa, 17 Desember 2019. (Foto: Urbanjabar.com)

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Selatan – Kasus dugaan pemberangusan serikat pekerja PT Posmi Steel Indonesia berbuntung panjang. Federasi Serikat Pimpinan Cabang (PC) SPAMK Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan melakukan aksi besar-besaran ke perusahaan yang berada di kawasan MM 2100 di Cikarang Barat pada Kamis, 19 Desember 2019.

Ketua PC SPAMK FSPMI, Suparno, mengatakan FSPMI merasa dilecehkan perusahaan lantaran selain pemberhentian 44 anggota serikat. PT Posmi Steel juga mengunci ruangan sekretariatan Pimpinan Unit Kerja (PUK) PC SPAMK FSPMI.

Pasalnya organisasi serikat merupakan organisasi yang legal. Serikat buruh di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

“Permintaan kita hanya dua, yaitu pekerjakan kembali 44 anggota serikat dan kantor sekretariat dibuka kembali. Kalau tidak dikabulkan kita akan lakukan aksi besar-besaran,”kata Suparno ketika konsolidasi di Omah Buruh, Cikarang Selatan, Selasa, 17 Desember 2019.

Lihat juga berita

Lima ribu buruh akan dikerahkan FSPMI untuk menggeruduk PT Posmi pada 19 Desember 2019. Suparno mengatakan pihaknya memberi tenggat waktu hingga Rabu, 18 Desember 2019, untuk perusahaan beriktikad baik mempekerjakan kembali anggota serikat dan membuka kunci kantor PUK.

“Total anggota SPAMK ada 21 ribu. Sangat realistis kita turunkan lima ribu anggota untuk menggeruduk PT Posmi,” ujarnya.

Ia berharap pihak perusahaan dapat menunjukan itikad baiknya. Lantaran apa yang dilakukan pihak perusahaan sudah melanggar aturan undang-undang.

“PHK itu harus dilakukan perundingan terlebih dahulu, bukan sepihak walaupun efisiensi,” katanya.

Ketua PUK PT Posmi, Bambang Sugiatma, kantor sekretariat pun dikunci oleh pihak perusahaan sejak Jumat, 13 Desember 2019 malam. Saat mereka hendak mengabsen pada mesin fingerprint, data mereka pun sudah tidak terdeteksi.

“Hari Jumat kita berunding dari jam 13.30 sampai 19.30-an. Di situ dengan alasan efisiensi perusahaan akan mem-PHK 44 orang anggota serikat, termasuk 7 orang pengurus, termasuk saya ketua, sekretaris dan lainnya,” ucap Bambang saat dihubungi, Minggu (13/12/2019).

Padahal, pada rapat itu beluk ada kesepakatan apapun antara manajemen dengam perwakilan serikat pekerja. Semestinya, kata Bambang, mesti ada perundingan lanjutan sesuai mekanisme dan UU yang berlaku.

“Dalam perundingan kita sampaikan kenapa anggota serikat yang jadi wakil para pekerja mengawal kebijakan perusahaan juga ikut terefisiensi. Kita berorganisasi diatur UU, secara hukum kita legal. FSPMI sudah delapan tahun berdiri di PT Posmi,” ujar Bambang yang telah bekerja di perusahaan tersebut sejak 1996.

(sti)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *