DPPPA Gelar Seminar Perempuan Kreatif dan Mandiri

  • Share
Seminar Dharma Wanita Perempuan
Seminar membangun perempuan kreatif dan mandiri di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kamis, 19 Desember 2019. (Foto: Humas Pemda Kab Bekasi)

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Pusat – Ratusan peserta yang terdiri dari pengurus maupun anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta para Pemerhati Perempuan mengikuti kegiatan Seminar bertema Membangun Perempuan Kreatif dan Mandiri di Era Revolusi Industri 4.0 dengan Perempuan Berdaya Indonesia Maju yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).

Acara yang berlangsung di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat pada Kamis, 19 Desember 2019, diselenggarakan sebagai rangkaian Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Bekasi.

Kepala DPPPA Kabupaten Bekasi Yuliadi Prihartono membuka kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi hari tersebut. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Holilah Eka Supria Atmaja dan Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Bekasi Iin Uju.

Dalam sambutannya Yuliadi mengungkapkan tujuan dari diadakannya seminar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman sebagai perempuan, tentang betapa pentingnya peranan perempuan dalam proses pembangunan serta untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat dan semua pihak tentang isu pemberdayaan perempuan serta perlindungan perempuan dan anak.

“Semoga melalui kegiatan ini, kita juga dapat melihat betapa pentingnya pengarusutamaan gender dalam proses pembangunan sehingga pada akhirnya akan dapat mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan rata bagi seluruh penduduk Indonesia,” ujarnya.

Pengaruh Pengarusutamaan Gender sudah diresmikan melalui Instruksi Presiden No.9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. Dalam Instruksi Presiden tersebut menyatakan tujuan Pengarusutamaan Gender adalah terselenggaranya perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan dan program Pembangunan Nasional yang berspektif gender serta strategi Pemberdayaan Perempuan yang ditempuh dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pada prinsipnya, peranan laki-laki dan perempuan telah diatur oleh regulasi hukum. Demikian pula Pengaruh Pengarusutamaan Gender. Itu sudah diresmikan melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional,” Ungkap Yuliadi.

Pada akhir sambutan, Yuliadi berharap para peserta dapat mengikuti pemaparan dari narasumber sehingga hasil dari seminar dapat di aplikasikan dan para peserta dapat berperan aktif untuk mewujudkan generasi yang berkualitas dan generasi penerus perjuangan dan perkembangan bangsa.

“Walaupun kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat, namun kegiatan diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan dan cara pandang para peserta, sehingga mampu mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan dari dilaksanakannya kegiatan seminar ini,” tutupnya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Pemberdayaan Peran Perempuan Dalam Mendidik Generasi Milenial Sebagai SDM Unggul oleh narasumber Nadiroh selaku Koordinator Program Studi PKLH dan Manajemen Universitas Negeri Jakarta.

(vee)
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *