Sejumlah Orang Jadi Korban Gigitan Ular saat Banjir

Sejumlah Orang Jadi Korban Gigitan Ular saat Banjir
Korban tergigit ular dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi, Kamis, 1 Januari 2020. (Foto: Subbag Humas)

KABUPATEN BEKASI – Banjir akibat hujan ekstrem turut membawa problem turunan di samping kesehatan, yakni ancaman serangan ular yang terbawa arus air.

Berdasarkan data kepolisian, pada Kamis, 2 Januari 2020, terdapat seorang warga Cibitung, Kabupaten Bekasi, yang tergigit ular di rumahnya.

“Korban bernama Tiani Putriyana. Kita langsung bawa ke RSUD Kabupaten Bekasi. Korban masih dalam perawatan,” kata Kepala Subbag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi, Jumat, 3 Januari 2020.

Menurut laporan salah seorang warga Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Lani, dua orang tergigit ular pada 2 Januari 2020.

Hal demikian dibenarkan Kepala Puskesmas Setiamekar, Ahmad Dimyati. Katanya, korban memang digigit di Setiamekar, tetapi karena berdomisili di Kota Bekasi, langsung dibawa ke RS Sentosa.

Berita terkait #banjir

“Satu orang dewasa, satu anak kecil. Terpatok ular kobra,” katanya.

Pada pagi hari di desa yang sama, warga RW 09 menemukan ular sanca kembang. Penemuan ular juga terjadi di kawasan Perumahan Grand Wisata, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Ular sanca sepanjang 8 meter ditangkap oleh petugas keamanan.

Kata Dimyati, di puskesmas tak ada serum bisa antibisa ular, sehingga kalau ada warga yang tergigit ular berbisa, maka akan langsung dilarikan ke rumah sakit.

(eug)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *