Praktik Sewa Kamar Apartemen di Cikarang Marak, Pendapatan Daerah Berpotensi Bocor

Ilustrasi
Ilustrasi kamar apartemen. (Foto: independenttravelcats.com)

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Raya – Bisnis properti di Cikarang tumbuh pesat. Banyak pebisnis hunian vertikal atau apartemen yang mendaratkan bisnis di kota industri ini.

Usut punya usut, ternyata banyak apartemen di Kabupaten Bekasi yang seharusnya diperuntukan untuk hunian menyediakan sewa harian tak ubahnya bisnis hotel selaku bisnis jasa penginapan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banyak ditemukan kamar apartemen yang dapat disewakan per hari. Pada situs airbnb.co.id, demikian dapat terlihat. Pada situs ini konsumen dapat mencari apartemen yang disewakan berdasarkan kota yang dituju.

Ketika kami memasukkan kata ‘Cikarang’ ke dalam kolom pencarian pada situs itu. Muncul 116 hasil pencarian pada kategori tempat menginap (lihat). Beberapa hotel dan apartemen masuk dalam daftar itu.

Sebagai contoh, pada daftar itu muncul GreenPalace Cikarang Apartement – AzaleaSuite yang menyewakan ruangan untuk 2 tamu dengan 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 tempat tidur, dapur, dan kolam renang dengan tarif $14 per malam atau setara dengan Rp 195.097.

Catatan: menggunakan kurs dolar per 6 Januari 2020 pada angka Rp13.935,50 per $1.

Kemudian nama The Oasis Cikarang juga muncul dengan beragam ruangan dan tarif yang beragam pula, mulai $13 (Rp 181.161) per malam untuk kamar berlabel cozy studio room, dan kamar dengan 2 tempat tidur $24 (Rp 334.452) per malam.

Tampilan AirBnB
Tampilan laman AirBnB.com

Sementara itu biaya menginap di hotel berdasarkan situs Traveloka.com, misalkan Hotel Ayola Lippo Cikarang berkisar Rp 531.250 per malam untuk superior room double, Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang mulai Rp 700.000 per malam untuk kamar deluxe, dan Hotel Java Palace Jababeka mulai Rp 804.600 per malam untuk kamar superior. Secara sekilas, tarif sewa kamar apartemen memang jauh di bawah hotel.

Salah seorang staf manajemen hotel di Cikarang yang tak mau disebutkan namanya mengakui keberadaan sewa apartemen harian dikeluhkan para pengusaha hotel. Karena menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

“Memang benar ada apartemen yang disewakan harian, harganya memang bisa lebih murah, karena kebanyakan tidak setor pajak. Beda dengan hotel yang kena pajak,” katanya kepada urbanjabar.com,¬†Senin, 6 Januari 2020.

Ia berpendapat praktik sewa apartemen harian selain berpotensi merugikan pebisnis hotel juga membuat kebocoran pajak untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Karena praktik itu tidak terkena pajak.

“Kalau hotel sudah jelas setor pajak setiap kamar yang disewa tamu. Kalau apartemen ini kan langsung ke pemilik. Seharusnya pemerintah ya dapat lebih tegas soal apartemen disewakan harian ini,” tuturnya.

(sti)

Responses (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *