Sewa Apartemen Harian Ganggu Bisnis Perhotelan, Pemda Perlu Turun Tangan

Sewa Apartemen Harian Ganggu Bisnis Perhotelan dan Pendapatan Daerah
Ilustrasi industri perhotelan. (Foto: dreamresorts.co.za)

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Raya – Maraknya sewa harian apartemen di Cikarang menimbulkan iklim bisnis yang tidak sehat. Alhasil akan berdampak ke pendapatan pajak dari sektor hotel yang menurun.

Pasalnya, sewa apartemen harian itu tidak terpantau oleh Pemerintah atau para penyewa tidak menyetor pajak resmi ke pemerintah. Sehingga mereka bisa menawarkan harga lebih murah.

Salah satu Pelaku Pariwisata, Muhamad Fauzi, mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten harus punya ketegasan menindak apartemen yang disewakan harian.

“Tentu berdampak, ke pajak hotel yang menurun. Karena sewa apartemen kan gak setor pajak. Pemkab harus menindak, karena pengelola apartemen ini kan pasti tahu kalau ada unit yang disewakan harian,” paparnya sewaktu diwawancarai urbanjabar.com, Rabu, 8 Januari 2020.

Menurutnya Pemda harus mempunyai peraturan mengikat agar apartemen dilarang sewakan harian.

Lihat: Perbandingan Harga Sewa Apartemen dan Hotel

“Payung hukum harus dibuat. Apartemen yang sewa harian itu tidak punya payung hukum,” paparnya.

Tampilan AirBnB
Tampilan lamar AirBnB.com

Ia juga menjelaskan sewa apartemen harian lebih rentan terjadi tindak kriminal,
“Apartemen sewa harian rentan terjadi tindak kriminal, karena gak ada sistem pendataan,”

Informasi yang dihimpun awak media melalui situs pencari, banyak ditemukan apartemen yang dapat disewakan, salah satunya melalui situs airbnb.co.id, di situs ini konsumen dapat mencari apartemen yang disewakan.

Apartemen seperti Oasis Cikarang, Green Palace, Trivium dan rumah milik pribadi dapat disewakan dengan harga yang beragam mulai dari Rp 200 ribu. Hal ini jauh lebih murah dibanding hotel pada umumnya.

(sti)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *