Usai Banjir, Sampah yang Masuk ke TPAS Burangkeng Melonjak

  • Share
Uang Bau TPA Burangkeng
Truk sampah di jembatan timbang TPA Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu, 8 Januari 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

KABUPATEN BEKASI, Setu – Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng mengalami peningkatan volume sampah hingga ratusan ton usai banjir melanda wilayah Kabupaten Bekasi sejak 1 Januari 2020.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) PAS Burangkeng, Maulana, dalam sehari ada sekira 10-an mobil mengangkut sampah banjir atau rata-rata berat 60 ton apabila tiap mobil mengangkut sampah 6 ton.

“Hari Minggu paling banyak truk yang mengangkut sampah banjir datang. Ada 60 truk. Jadi kita dari Minggu sudah lembur,” katanya saat ditemui di kantor, Rabu, 8 Januari 2020.

Sehingga apabila diakumulasi hingga Rabu kira-kira 90 mobil yang masuk ke TPAS dengan mengangkut total 540 ton sampah banjir. Pada waktu normal, kata Maulana, ada sekira 115 truk sampah yang masuk setiap hari. Kebanyakan sampah berupa kasur, sofa, karpet dan material kayu.

Akibat itu, waktu operasional UPTD bertambah, biasanya mulai 08.00-17.00 menjadi hingga pukul 23.00-an. Operator jembatan timbang dan petugas keamanan pun terpaksa lembur.

Kendati jumlah sampah yang masuk melonjak, Maulana memastikan TPAS masih dapat menampung sambah banjir karena banyak alat berat yang bersiaga.

Lihat juga

“Kita ada 20 alat berat, kita bagi 2 zona. Jadi kita masih bisa atur sampah-sampah yang masuk. Tidak ada kendala. Masih bisa tampung, masih aman,” kata Maulana.

Maulana menambahkan sampah paling banyak dari UPTD Kebersihan wilayah 1 (Tarumajaya-Babelan), 2 (Tambun Utara dan Selatan), dan 3 (Cikarang Barat, Cibitung, Setu). Sementara wilayah 4, 5, dan 6 masih aman.

“Paling banyak dari situ karena banjirnya parah. Kita tidak bisa prediksi ini sampah banjir sampai kapan. Kalau itu yang tau UPTD. Kita tinggal nunggu UPTD saja. Misalkan mereka bilang mau kirim, kita stand by di sini,” demikian Maulana.

Sementara itu, di TPAS yang tak jauh dari Burangkeng, yakni TPAS Sumurbatu, tampak kewalahan menerima kiriman sampah yang dalam sehari dapat mencapai 1.500 ton. Pihak Pemda Kota Bekasi bahkan berupaya meminta izin Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

(sti)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *