Dinkes Kabupaten Bekasi Layani Hampir 2.000 Korban Banjir

Kabid Yankes Dinas Kesehatan
Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Wawan Hernawan, Kamis, 9 Januari 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Pusat – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mencatat 1800 pasien korban banjir mengalami penyakit kulit (ISPA) yang dilayani di 44 Puskesmas Kabupaten Bekasi.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Wawan Hernawan kepada urbanjabar.com di ruang kerjanya, Kamis, 9 Januari 2020.

Menurut data yang ia miliki bahwa tercatat dari tanggal 2 Januari melayani 1.000 pasien, kemudian turun menjadi 800 per tanggal 5 Januari. Jadi, total 1.800 pasien yang dilayani 44 Puskesmas Kabupaten Bekasi pascabanjir melanda.

“Pascabanjir rata-rata pasien korban banjir memiliki penyakit kulit yaitu gatal-gatal,” kata Wawan.

Lihat berita terkait di tagar #banjir

Selama banjir melanda, Dinkes menerjunkan ribuan personel kesehatan dari 44 Puskesmas di Kabupaten Bekasi, menurut dia dari puskesmas yang terdampak banjir masing-masing membuat posko kesehatan. Dia juga mencatat akibat hujan tersebut ada Puskesmas yang terdampak banjir hingga 1 meter, yakni di Puskesmas Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan.

Akun Instagram UrbanJabar follow

“Kita sudah terjunkan tim medis disetiap Puskesmas pasca banjir ini yang siap melayani para warga korban banjir,” tuturnya.

Di samping itu juga pihaknya mewaspadai yaitu penyakit pisikologis warga terutama penyakit hipertesis dan jantung. Kata dia, penyakit tersebut bisa saja timbul ketika kebanjiran lantaran pikiran pusing dan stres.

“Oleh karena itu puskesmas sudah jalan dengan mengantisipasi dengan menyesiapkan obat-obatan penyakit yang rawan tersebut,” kata dia.

“Saya juga menghimbau kepada para korban banjir jangan sampai makan telat karena penyakit bisa dialami karena telat makan,” sambungnya.

Siap Sejak Detik Pertama

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti mengatakan Dinkes sudah langsung bergerak sesuai surat edaran untuk waspada banjir dan Dinkes langsung bergerak saat banjir.

“Kami Dinkes sudah bergerak bersama Puskesmas dan UPTD Dinkes lainnya, SKPDS dan organisasi profesi sudah turun ke lapangan. Kami mengumpulkan logistik makanan, minuman dan pakaian layak pakai, susu, pampers pembalut untuk diberikan ke tempat-tempat yang terkena banjir,” kata Enny.

Menurut dia, pasca banjir ini pasien mengalami penyakit terlaporkan masih kulit, ISPA, myalgia, cephalgia, dan lainnya.

“Sesuai arahan Bupati kita turun ke lokasi banjir untuk memberikan layanan kesehatan dan bantuan lainnya,” usai Enny.

(kui)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *