Tolak Omnibus Law, 10 Ribu Buruh FSPMI Bekasi akan ‘Serbu’ Senayan

Omnibuslaw Cipta Lapangan Kerja
(Ilustrasi) Konsolidasi Akbar jelang demonstrasi tolak omnibus law di Omah Buruh, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat, 10 Januari 2020. (Foto: Urbanjabar.com
DEWAWEB

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Selatan – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memastikan akan tetap menolak rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, meski pun saat ini rancangan sudah menyampai 95 persen.

Presiden KSPI-FSPMI, Said Iqbal, menegaskan pada 20 Januari mendatang, puluhan ribu buruh akan mengepung Gedung DPR-RI di Senayan untuk menolak omnibus law dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ia juga menginstrusikan seluruh anggota di wilayah melakukan aski di daerah masing-masing.

“Aksi hampir 100 ribu buruh di 20 provinsi lebih dari 200 kabupaten kota. Pusatnya di sekitar DPR 20 ribu hingga 30 ribu butuh. Kami akan aksi,” kata Said ketika melakukan konsolidasi di Omah Buruh, Kec. Cikarang Selatan, Jumat, 10 Januari 2020.

Omnibus law, kata Said, akan mengurangkan kesejahteraan buruh. Terlebih soal hitung-hitungan upah per jam yang masih belum. Said juga menyoroti ikhwal tenaga kerja asing yang dimasukan dalam omnibus law. Menurutnya dalam draf aturan itu tenaga kerja asing tidak lagi definisikan dari kemampuan pekerja.

Selain itu, dia juga menyoroti soal pesangon, di mana sistem jaminan hari tua masih rendah. Hal ini akan berdampak di seluruh buruh di Indonesia.

“Itu bahaya sekali, undang-undang ini memperbolehkan buruh dibayar per jam. Menteri Menteri ini pernah ngerasain jadi buruh? Bayangkan nanti perusahaan membayar upah buruh per jam,”paparnya.

Instagram Urbanjabar.com (follow)

Said mengatakan KSPI-FSPMI akan berjuang menolak omnibus law, Bekasi akan menjadi kekuatan terbesar dalam gerakan aksi nasional buruh.

“Ruh FSPMI ini di Bekasi. Ketua-ketua harus mengajak seluruh anggota untuk berjuang bersama, karena mereka yang akan merasakan dampaknya. Ini pertaruhan masa depan,” tuturnya.

Tagar paling banyak dibaca pekan ini: #buruh #banjir #kabupatenbekasi (klik tiap tagar tersebut untuk kumpulan berita terkait)

Sekretaris Konsulat Cabang FSPMI Bekasi, Suparno, memastikan 10 ribu buruh akan bergerak menuju Senayan.

“Kita pastikan minimal 10 ribu buruh FSPMI Bekasi akan ikuti aksi ini,” kata Suparno.

Suparno mengatakan sebagai kawasan industri terbesar, kebijakan Omnibus Law akan berdampak paling besar di Bekasi.

“Kita sudah instruksi PUK-PUK untuk mengarahkan anggota untuk tanggal 20 mendatang,” tuturnya.

(sti)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here