Pemda Tunggu Proposal Perbaikan Gedung SDN Burangkeng 01

  • Share
Wali Murid SDN Burangkeng 01 Khawatir Sekolah Roboh 2
Kerusakan di bagian belakang gedung SDN Burangkeng 01, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu, 8 Januari 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

KABUPATEN BEKASI, Setu – Pemerintah Desa (Pemdes) Burangkeng mengakui sudah mengecek SDN Burangkeng 01 yang pondasi bangunan sudah rapuh dan rusak. Pihak desa mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Burangkeng, Ali Gunawan, mengatakan kondisi sekolah itu sudah banyak dikeluhkan wali murid yang khawatir akan kondisi bangunan yang tidak laik.

“Sudah berkoordinasi Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah). Kita menunggu proposal dari pihak sekolah untuk diajukan di ABT (Anggaran Belanja Tambahan, Red),” kata Ali ditemui awak media, Rabu, 15 Januari 2020.

Setelah proposal masuk, kata Ali, akan dilakukan pengecekan oleh dinas terkait.

“Saya udah ngecek, memang kondisinya pondasi sudah bergeser, dan banyak keluhan dari wali murid,” tuturnya.

Wali Murid SDN Burangkeng 01 Khawatir Sekolah Roboh
Salah satu bagian kerusakan di SDN Burangkeng 01, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu, 8 Januari 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

Penting dibaca

Ali menyebutkan di SDN Burangkeng 01 mayoritas murid dari warga setempat. Ia pun berharap sekolah tersebut dapat segera direnovasi agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan nyaman.

Sementara itu Kepala SDN Burangkeng 01, Jamsur Setiawan, mengaku pihaknya tak begitu mengerti membuat proposal lantaran tak mengetahui harga material dan apa saja bahan yang dibutuhkan.

“Itu kan besi, kita gak tahu pakai besi berapa. Harganya berapa. Terus material yang lain berapa, karena kita gak pernah buat yang seperti itu,” jelasnya.

Ia berharap pembuatan proposal kepada Bappeda dibantu oleh pihak yang tahu benar.

Wali Murid Khawatir

Sebelumnya, diberitakan orangtua murid mengeluhkan kondisi bangunan sekolah anaknya yang sudah tidak laik. Pasalnya pondasi SDN itu sudah rapuh.

“Sangat miris SDN di desa yang notabenenya ada pembuangan sampah tapi sarana pendidikan kurang laik. Atal sekolah dari asbes, pondasi mau rubuh,” kata Wali Murid, Acep Juandi

Rusak kontruksi bangunan sdn ini dikhawatirkan Acep dapat menganggu proses belajar mengajar.

“Harusnya pemerintah peka terkait ini bangunan sekolah, karena berpengaruh ke kualitas pendidikan,” tuturnya.

Pantauan awak media, sejumlah titik pondasi mengalami pergeseran dan bahkan disalah satu sisi sudah rapuh. Hal ini membuat tembok sekolah retak.

(sti)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *