Uang Bau untuk Warga Burangkeng Terwujud

  • Share
Perluasan TPA Burangkeng Tak Selesaikan Masalah Sampah
TPA Burangkeng. (istimewa)

KABUPATEN BEKASI, Setu – Masyarakat Desa Burangkeng kini mendapatkan haknya dari pemerintah daerah. Uang kompensasi keberadaan TPA itu, atau uang bau, akan mereka dapatkan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi telah menggelontorkan Rp 450.000.000 juta sebagai kompensasi untuk 1.500 KK periode Oktober sampai Desember 2019.

Sekretaris Desa Burangkeng, Ali Gunawan, menyebutkan besaran kompensasi Rp 100.000 per bulan untuk tiap KK. Dana itu diberikan per tiga bulan. Sehingga tiap tahun satu orang KK mendapat Rp 1.200.000.

Untuk dana 2020, Pemda Kabupaten Bekasi telah menganggarkan sebesar Rp 1,5 miliar. Masih kurang Rp 300.000.000 dari yang dibutuhkan total Rp 1,8 miliar apabilan Rp 450.000.000 per tiga bulan.

“Awal kita dapat di ABT tahun lalu. Tiga bulan, untuk Oktober sampai Desember. Cuma waktu itu payung hukumnya belum ada. Sekarang sudah ada, SK Bupati baru turun Desember kemarin,” ucapnya ketika ditemui di kantor desa, Rabu(15/1/2020).

Lebih lengkap tentang #TPASBurangkeng

Total anggaran Rp450 juta untuk 1.500 KK kini sudah berada di pihak desa dan tinggal disalurkan kepada masyarakat. Tapi, ada kendala lain, data yang terkumpul ada lebih dari 1.500 KK.

“Kita bingung karena yang dianggarkan tidak sesuai dengan data yang masuk. Ada lebih dari 1.500 KK yang ada di kita.

Uang Bau TPA Burangkeng
Truk sampah di jembatan timbang TPA Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu, 8 Januari 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

Pihaknya akan menyortir terlebih dahulu warga mana yang berhak mendapat dana kompensasi. Ia memastikan semua warga RW 3 Kampung Jati mendapat kompensasi karena letaknya paling dekat dengan TPAS. Di sana, sekira ada 300 KK.

“Kita pengin ajuin penambahan, minimal tambahin 500 KK atuh,” katanya.

Pemberian KIS

Sementara itu, untuk pendaftaran peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS), ia mendata ada sekira 7.000-an jiwa. KIS juga sebagai kompensasi keberadaan TPAS di desa itu.

“Ada 7.400 jiwa. Kita prioritasin yang di kampung. Data sudah kita kasih Dinas Kesehatan,” katanya.

Menurut data pihak UPTD PAS Burangkeng, tiap hari ada sekira 115 truk membuang sampah dengan muatan total 690 ton.

(eug)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *