Aparatur Desa Belajar Penyusunan RAB dengan Efektif

  • Share
Penyusunan RAB 1
Kepala DPMD Kabupaten Bekasi membuka kegiatan, Rabu, 26 Februari 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi adakan acara kegiatan Pembinaan Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Desa Tahun 2020, sebagai pemantapan tugas pokok fungsi para kaur keuangan desa di Kabupaten Bekasi, Rabu, 26 Februari 2020.

Acara yang berlangasung di Hotel Prame Biz, Cikarang Selatan, peserta dari kaur keuangan desa se-Kabupaten Bekasi dan menghadirkan narasumber dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kegiatan pembinaan ini, kiranya dapat memberikan tambahan wawasan dan pemahaman kepada pemerintah dan khususnya kaur keuangan desa tentang bagaimana menjadi pelayan maayarakat yang baik, secara teknis maupun adminiatrasi terutama dalam penyusunan RAB di desa,” kata Kepala DPMD Ida Farida kepada awak media.

Selanjutnya, perlu disampaikan kembali kepada kaur keuangan desa, agar selalau berkoordinasi dan bersinergi dengan baik bersama kepala desa. Sehingga tercipta hubungam kerja yang harmonis.

Penyusunan RAB 2
Narasumber menjelaskan tentang materi menyusun RAB, Rabu. 26 Februari 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

Sementara itu narasumber dari Kemendagri Isti Korianah mengatakan untuk menyususn RAB tidak sulit, tapi kalau penyusunan memang ada teknik-teknik yang perlu dipelajari. Dengan kegiatan ini menyusun RAB itu ada beberapa peraturan-peraturan yang perlu di ketahui karena RAB ini akan menjadi celah.

“Orang-orang yang telah menyusun RAB pastinya dia akan jadi bulan-bulanan,” katanya.

Sejauh ini masih ada temuan terkait dengan RAB akan tetapi kita bisa klasifikasi, yang pertama kesalahannya dalam menentukan jenis belanja, yang kedua belanjanya yang direncanakan sama dengan yang dibeli beda.

“Yang namanya RAB itu harganya sudah ditentukan, seperti contoh harga pasir harganya sudah ada di pasar yang paling gampang, tinggal di liat dari peraturan. Kalau mereka tidak tahu akan jadi masalah dan akan dipertanyakan,” ujarnya.

Isti juga mengatakan kalau RAB bisa dirubah kalau memang misalnya dibutuhkan barangnya ada perubahan. Tapi ada syaratnya sepanjang RAB itu tidak merubah nilai total di APBD dan tidak merubah target dari kegiatan tersebut.

“Saya berharap mereka tetap belajar terkait RAB supaya mereka memperhatikan langkah-langkah dan patokan-patokan menjadi RAB,” pungkasnya.

(sti)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *