Soal ‘Uang Bau TPA’, Warga Desak Pemerintah Desa Burangkeng Transparan

  • Share
Perluasan TPA Burangkeng Tak Selesaikan Masalah Sampah
TPA Burangkeng. (istimewa)

Urbanjabar.com, Setu – Warga meminta Pemerintah Desa Burangkeng melalui Tim 17 transparan mengenai penerima kompensasi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng.

Seorang warga Perumahan Mustika Grande yang berbicara dengan syarat anonimitas mengatakan banyak warga yang bertanya-tanya ke mana uang kompensasi itu.

“Ada info dananya sudah dibagikan sebagian. Pertanyaannya, sebagian itu siapa aja warga yang sudah dapat sebagian?” ucap dia, Senin, 2 Februari 2020.

Lanjutnya, jika sebagian warga sudah diberikan maka kemungkinan ada dana yang mengendam.

“Padahal pencairan awal kan sudah harus dimulai Januari 2020,” katanya.

“Jangan sampai ada warga terdaftar di data penerima namun tidak ada di lokasi terdampak atau mungkin warga yang terdata itu sudah pindah akibat penggusuran Tol Japek 2,” sambungnya.

Pihak Badan Pemusyawaratan Desa Burangkeng dan Tim 17 tak menanggapi konfirmasi mengenai hal ini ketika wartawan mencoba mengklarifikasi.

Uang Bau TPA Burangkeng
Truk sampah di jembatan timbang TPA Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu, 8 Januari 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

Uang kompensasi untuk tiap keluarga sebesar Rp100.000 per bulan yang akan diberikan tiap 3 bulan. Sebanyak 1.500 warga Desa Burangkeng terdata layak menerima uang kompensasi itu.

Berdasarkan informasi Sekretaris Desa Burangkeng, Ali Gunawan, ketika diwawancarai pada 15 Januari 2020, anggaran uang kompensasi masuk pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2019 untuk periode Oktober sampai Desember 2019.

Saat itu dana dengan besaran Rp450 juta sudah berada di pihak desa. Namun, pihak desa belum membagikan karena alasan data yang terkumpul ada lebih dari 1.500 warga. Pihak desa pun perlu menyapih lagi mana warga yang berkah berdasarkan jarak tempat tinggal mereka dengan TPAS.

Mengenai dana kompensasi untuk tahun 2020 sudah masuk APBD 2020 dengan besaran Rp1,5 miliar atau masih kurang Rp300 juta, karena sedianya total besaran uang kompensasi untuk 1.500 keluarga adalah Rp1,8 milar.

(sti)

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *