Dana Desa untuk Perangi Covid-19

  • Share
Ida Farida
Kepala DPMD Kabupaten Bekasi Ida Farida. Foto: Urbanjabar.com

Urbanjabar.com, Cikarang Pusat – Pemerintah Kabuapten Bekasi mengeluarkan surat edaran Nomor: 140/S -33-DPMD /2020 tentang Pengelolaan anggraan keuangan desa untuk penanggulanagn Corona Virus Disease (Covid-19).

Hal tersebut di lakukan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja sebagai acuan penggunaan Dana Desa (DD) untuk melindungi dan menangani masyarakat terhadap Covd-19. Ruang lingkup surat edaran tersebut meliputi, Penegasan Rapat Karya Tunai Desa (PKTD), Desa Tanggap Covid-19 dan Penjelasan Perubahan APBDes.

“Menimbang bahwa Covid-19 yang menjadi pendami global, telah berdampak serius terhadap ekonomi dan kesahatan masyarakat desa, serta menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Indonesia terkait dengan prioritas penggunaan Dana Desa untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan dan penanganan Covid-19, maka di terbtkan surat edaran bupati,“ kata Eka.

Eka juga meminta kepada Para Kepala Desa se-Kabuapten Bekasi membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19. Dimana Kepala Desa sebagai Keta dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai wakilnya dan beranggotakan seluruh perangkat desa di desanya msing-masing.

Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (DPMD)Kabupaten Bekasi Ida Farida mengapresiasi surtat keputusan terkait penanganan penyebaran Covid -19 melaui Dana Desa.

”Untuk pencairan di tahap petama itu Kepala Desa bisa digunakan untuk Covid-19 dan PKP,” katanya, Selasa, 31 Maret 2020.

Jadi, sambung Ida, penciptaan lapangan pekerjaan bagi warganya kalau ada warganya yang kehilangan pekerjaan, warganya yang miskin, warganya yang bersatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) atau Pasieen Dalam Pengawasan (PDP) itu bisa menggunakan Dana Desa.

“Jadi ada yang sifatnya efektif , misalnya ada desa-desa yang tidak terindikasi ada korona tetap harus melakukan sosialisasi. Kalau desanya sudah bangak yang terkena berarti warganya sudah banyak yang ODP, mereka tidak boleh kemana-mana itukan harus di suplay. Jadi semuanya harus tanggung rentenglah bersama-sama, yang dermawan juga coba nymbang,” bebernya.

Ida juga meminta untuk di sosialisasaikan terkait protokol kepengurusan jenazah, karena ada informasi jenazah yang positif korona meninggal yang membuat masyarakat takut.

“Tolong kepada media disebarluaskan, ini harus semuanya tahu jangan sampai yang tidak berdosa akibat dari ini akibatnya nambah lagi,” ucapnya.

Lebih jauh ida mengatakan, untuk pencairan Daana Desa tahap pertama prosesnya sudah di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Mudah-mudahan cepat cair dan bermanfaat untuk masyarakatnya di masing-masing desa,” kayanya.

(kui)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *