Ingat, BLT Dana Desa Berbentuk Uang Bukan Sembako

DEWAWEB

BEKASI-Kepala Desa di Kabupaten diminta jangan main-main dalam penggunaan dana desa untuk penanganan wabah Covid-19. Penggunaan harus sesuai peruntukan yang sudah diatur.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Ida Farida ketika berbincang dengan awak media di ruang kerjanya, Jumat (17/4).

“Imbauan kita, kepala desa jangan main-main menggunakan dana desa, harus sesuai regulasi yang sudah diatur,”tegas Ida.

Ida mengakui sebelumnya ada kepala desa yang berkeinginan menggunakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam bentuk sembako agar lebih banyak warga yang merasakan manfaat.

“Ada yang komplain, karena warga banyak yang terdampak dan jatah BLT terbatas, ada kepala desa yang ingin membagikan dalam bentuk sembako. Itu tidak boleh, tidak sesuai regulasi,”tegasnya.

Ida pun meminta, agar para kepala desa turun langsung meninjau warga miskin yang memang laik mendapatkan BLT sebesar 600 ribu perbulan selama tiga bulan.

“Saya minta kepala desa untuk turun langsung mengecek siapa yang laik menerima BLT, agar sesuai dan tepat sasarah,”ucapnya.

BLT Dana Desa diberikan kepada warga miskin di desa yang belum mendapatkan program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan kartu pra kerja.

Di Kabupaten Bekasi, kata Ida mayoritas dana BLT yang dikeluarkan sebesar 35 persen dari dana desa. Penerima BLT dipastikan Ida akan ditransfer langsung ke rekening Bank BJB calon penerima.(kuy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here