Puluhan Buruh PT Sebastian Jaya Metal Bakal Di-PHK

  • Share
PT Sebastian Jaya Metal
PT Sebastian Jaya Metal di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang Utara. (Foto: Ist)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi –  PT Sebastian Jaya Metal (SJM) berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 56 pekerja yang tergabung pada PUK SPAMK FSPMI perusahaan itu.

Ketua PUK SPAMK FSPMI PT SJM, Supriatna, membenarkan hal itu. Dia menduga ancaman PHK itu terjadi gara-gara buruh menolak pemotongan skema upah saat pandemi. Para buruh rencananya akan di-PHK pada 6 Mei 2020.

“Kita tolak skema upah karena covid-19. Jadi karyawan yang dirumahkan bulan April dibayar 50 persen. Bulan Mei rencananya 25 persen. Kalau masih berlanjut sampai Juni, rencananya dibayar 0 persen dan kemungkinan ada PHK,” ucap dia kepada wartawan di Cikarang, Senin, 5 Mei 2020.

Pada akhir April, buruh mendapatkan gaji penuh disertai pemberitahuan PHK terhadap 65 orang pekerja yang semuanya tergabung pada PUK SPAMK FSPMI.

“Yang di PHK operator ke bawah. Sebelumnya sudah ada yang di PHK 23 orang dari SPTP (serikat internal). Tapi, sekarang yang di-PHK semua dari PUK SPAMK FSPMI” katanya.

“Semalam kita bertemu (dengan manajemen perusahaan), dan mereka bakal memaksakan 1 PMTK. PHK proses selanjutnya mereka memaksakan meski kita menolak,” sambungnya.

1 PMTK adalah istilah yang merujuk pada Pasal 156 Ayat 2 UU Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, artinya perusahaan memberikan 1 kali ketentuan pesangon.

Dia melanjutkan, sejak 3 pekan terakhir, sekira 9 April 2020, buruh bekerja secara digilir. Ada yang masuk, dan ada yang tidak.

“Dari tanggal 20 April 2020 kita udah gak boleh masuk perusahaan. Alasan dia udah gak ada order-an. Di Jababeka (head office) masih operasi. Plant Tambun gak produksi,” ucapnya.

Lanjut Supriatna, pihak perusahaan beralasan purchase order (PO) mereka menurun drastis karena pandemi dan harus mengeluarkan cost besar dengan menggaji karyawan.

“Kita produksi suku cadang otomotif mobil dan motor suplai untuk Suzuki, Asmo, Yutaka, sama lainnya,” lanjutnya.

Head office PT itu terletak di Jalan Jababeka X, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang Utara. Sedangkan Plant Tambun terletak di Jalan Pekopen Timur, nomor 9, Tambun Selatan.

Sebagai ketua PUK, dia berharap perusaaan beriktikad baik membayar gaji karyawan dengan penuh dan mengurungkan ancaman PHK itu.

(eug)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *