Bakal PHK Puluhan Buruh, FSPMI Anggap PT SJM Sewenang-wenang

  • Share
PT Sebastian Jaya Metal
PT Sebastian Jaya Metal di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang Utara. (Foto: Ist)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – PT Sebastian Jaya Metal (SJM) berencana mem-PHK 65 buruh yang tergabung dalam PUK SPAMK FSPMI Bekasi pada 6 Mei 2020.

Ketua Bidang Advokasi PC SPAMK FSPMI Bekasi, Rudolf Siboya, menjelaskan PT SJM tidak mengaggap buruh sebagai aset, tetapi sebagai keset.

“Perusahaan tidak memanusiakan manusia. PT Sebastian Jaya Metal kurang-lebih 10 tahun merena nikmati keuntungan, kenapa korona 2 bulan langsung PHK pekerja. Yang di-PHK hanya FSPMI, pekerja serikat sana tidak di-PHK. Manajemen tidak adil dalam hal ini,” ucap dia kepada media, Selasa, 5 Mei 2020.

Rudolf melanjutkan, dari segi hukum, tidak ada alasan jika PT SJM mem-PHK dengan 1 PMTK. Perusahaan dianggap sewenang-wenang apabila memaksakan hal itu.

“Kalau dipaksakan kita akan bersikap terhadap tindakan perusahaan sesuai UU yang berlaku. Itu akan kita lakukan karena teman-teman (buruh yang terancam dipecat), tidak melakukan kesalahan dan kerugian terhadap perusahaan,” katanya.

Hari ini, KC FSPMI Bekasi, secara resmi bersurat kepada sejumlah instansi seperti Pengawas Ketenagakerjaan, Polres Metro Bekasi, DPRD Kabupaten Bekasi, DPR RI, dan lainnya.

“Jadi Polres mengenai pemberitahuan unjuk rasa, DPR RI kita minta sidak atas tindakan perusahaan PT SJM yang berencana mem-PHK anggota kami di dalam hal ini,” ucap dia.

Sementara dari segi keorganisasian, tindakan perusahaan yang beralamat di Jalan Jababeka X, Cikarang Utara itu, sebagai diskriminasi terhadap pekerja yang berafiliasi dengan FSPMI.

“Sesai SE Kemenaker yang terbaru, di sana ada bicara untuk PHK harus ada kesepakatan dengan serikat pekerja,” ucapnya.

Rudolf mencontohkan, sebelum memutuskan mem-PHK karyawan, PT SJM harus mengurangi fasilitas di tingkat direksi, kemudian mengurangi lembur (overtime), mengurangi hari kerja, dan meliburkan sebagain pekerja sampai tidak memberikan perpanjangan kontrak dan penawaran pensiun dini.

“Bukan ujuk-ujuk PHK semua. Ini yang tidak mau kita terjadi dengan anggota kita,” kata dia.

“Karena pekerja lemah, ini salah satu dampak karena mereka menolak dipotong upah. Padahal perusahaan kalau dibilang merugi ya gak merugi juga. Baru 2 bulan pandemi kalau merugi masa langsung bicara PHK,” katanya.

(eug)
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *