Upaya Pemulihan Sektor Pariwisata yang Terpukul Covid-19

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda. (Foto: dpr.go.id)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Nasional – Sektor pariwisata merupakan sektor yang paling pertama dan paling parah terkena dampak covid-19 di Bekasi. Sejak awal status pandemi ditetapkan, sektor pariwisata tidak beroperasi.

“Pelaku pariwisata hampir mencapai 23 juta. Itu mulai dari orang yang berjualan di destinasi, yang bikin semacam handycraft, sopir transportasi. Mereka drop langsung kategori miskin,” kata Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Senin, 18 Mei 2020.

Komisi X mengaku sudah berkomunikasi dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk persiapan jaring pengaman sosial dan menyangkut bantuan modal usai pandemi covid-19 berakhir.

“Kita sedang lobi bank yang masuk Himbara ahar memberikan pinjaman tanpa agunan yang temponya bisa menyesuaikan. Kita harap bisa alokasikan anggaran besar karena sektor pariwisata paling pertama terdampak,” ucap Huda.

Dia menginginkan pada saat masa pemulihan, pariwisata menjadi sektor unggulan untuk kembali mendorong perekonomian.

“Dan kita sudah mapping, memang pariwisata paling mungkin didorong untuk percepatan. Tidak ada sektor lain kecuali pariwisata,” katanya.

Skema pemberian modal masih dibahas bersama Bapennas, termasuk meng-cover agar pelaku industri pariwisata mendapat kartu prakerja.

“APBN kita gak bisa cover 23 juta itu. Semampu-mampunya bisa 10 juta aja udah hebat,” demikian Huda.

(eug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here