Proyek Penambangan Tanah Uruk di Kertarahayu, Desa dan Kecamatan Tidak Pernah Beri Izin

lingkungan hidup

Penambangan Tanah Uruk
Lokasi penambangan tanah uruk di Kampung Ciloa, Desa Kertarahayu, Kec. Setu. (Foto: Dok Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Proyek penambangan tanah di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, terus berjalan meski penolakan dari masyarakat semakin menguat di akar rumput.

Pemerintah Desa Kertarahayu menegaskan tidak pernah sekalipun mengeluarkan izin bagi proyek yang juga disebut pengupasan tanah itu.

“Kami tidak pernah berikan izin sekalipun,” singkat Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi, kepada urbanjabar.com, Rabu, 8 Juli 2020.

Proyek yang telah dimulai sejak 2014-an itu diduga kuat tidak mengantongi izin satu pun. Akan tetapi, meski sempat sementara waktu ditutup, proyek masih saja berjalan sampai detik ini.

Kecamatan juga mengonfirmasi tidak pernah mengeluarkan satu izin pun bagi proyek Galian C itu.

“Sejak awal (proyek berlangsung) dari zaman Camat Beni, tidak pernah ada izin dari kecamatan,” ujar Sekretaris Camat Setu, Dede Mauluddin, Rabu, 8 Juli.

Pihak kecamatan mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemdes Kertarahayu dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk menyikapi hal ini.

Proyek kali ini terletak di Kampung Ciloa. Sejak Selasa, 7 Juli, terlihat mobil pengangkut tanah dan ekskavator sudah berada di lokasi.

(eug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here