Komandan Garda Sakti Minta Pemerintah Tegas Soal Pertambangan Tanah di Kertarahayu

Garda Sakti Sekata
Rombongan Garda Sakti Sekata Kabupaten Bekasi di Kertarahayu, Jumat, 10 Juli 2020. (Foto: Dok Karang Taruna Setu)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Komandan Satuan Tugas Serbaguna Karang Taruna Kabupaten Bekasi (Garda Sakti Sekata), Acep Juandi meninjau Desa Wisata Kertarahayu, Kecamatan Setu Jumat, 10 Juli 2020.

Kedatangan Acep didampingi rombongan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Setu dan Desa Kertarahayu. Ia meninjau sejumlah titik potensi pariwisata Desa Kertarahayu.

Dalam kunjungan itu, Acep juga melihat aktifitas penambangan tanah merah yang masih berlangsung hingga saat ini. Menjadi salah satu kendala Desa Kertarahayu menjadi desa wisata.

“Seluruh lapisan masyarakat, pemerintah desa, BPD, Pemkab Bekasi dan DPRD agar lebih konsen dalam mewujudukan Desa Kertarahayu menjadi desa wisata dan tegas dalam masalah lingkungan hidup,” kata pria yang akrab disapa Leo ini, Sabtu, 11 Juli.

 

Galian C Kertarahayu
Garda Sakti Sekata Kabupaten Bekasi saat meninjau lokasi Penambangan Tanah di Kertarahayu, Setu, Jumat, 10 Juli 2020. (Foto: istimewa)

Penambangan tanah merah dikatakan Leo sudah berlangsung cukup lama. Seharusnya pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan ini.

“Jangan sampai terkesan lempar tanggung jawab. Ini kan sudah berlangsung lama bukan baru sehari dua hari,”tegas pria yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Setu.

Selama ini proses penambangan tanah merah atau galian c yang diduga tak memiliki ijin itu sudah meresahkan masyarakat namun belum terselesaikan oleh pemerintah.

Penambangan Tanah Uruk
Lokasi penambangan tanah uruk di Kampung Ciloa, Desa Kertarahayu, Kec. Setu. (Foto: Dok Urbanjabar.com)

Ketua Karang Taruna Kertarahayu, Edi Saeful, menceritakan awal mula cita cita Desa Kertarahayu menjadi Desa wisata, yang dicetuskan oleh Pengurus Karang Taruna Desa Kertarahayu sekitar tahun 2007.

“Walau belum terwujud, keinginan itu masih di upayakan sampai sekarang bahkan sudah terbentuk Pokdarwis Kelompok Sadar Wisata Desa Kertarahayu,” tuturnya.

Edi mengatakan penambangan tanah merah masih terus berlangsung dan membuat perubahan alam terjadi di Kabupaten Bekasi.

(sti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here