Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Wagub Jabar Segel Pertambangan Tanah Ilegal di Kertarahayu

Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Wagub Jabar Segel Pertambangan Tanah di Desa Kertarahayu 1
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum melihat dua ekskavator yang digunakan pelaksana pertambangan untuk mengeruk tanah, Kamis, 16 Juli 2020. (Foto: Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Proyek pertambangan tanah di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, disegel oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Kamis, 16 Juli 2020, pagi.

Di lokasi Uu memasang spanduk penutupan galian dan menyegel dua ekskavator yang biasa mengeruk tanah merah di lokasi itu.

“Kami terima laporan dari masyarakat. Kami ke sini, kata santri, supaya ainulyakin. Ternyata benar ada galian yang tidak berizin dan berdampak merusak lingkungan. Galian ini sudah lama dan banyak,” jelas Uu didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Bambang Rianto.

Berdasarkan pantauan di lokasi, galian terjadi sudah sedalam kurang-lebih 5 meter dari permukaan tanah asli. Biasanya tanah yang digali itu dijual ke proyek-proyek perumahan di wilayah Setu dan sekitarnya.

“Dari awal sebenarnya pihak pemkab dan kades yang lainnya sudah ada tindakan ataupun komunikasi untuk segera mengurus izin. Tetapi, mungkin pihak pemborong yang bandel. Seolah-olah pemerintah tidaj ada apa-apanya. Tidak ada izin pun mereka tetap melaksankan operasional,” kata dia.

Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Wagub Jabar Segel Pertambangan Tanah di Desa Kertarahayu 2
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum didampingi Kadis ESDM Bambang Rianto di lokasi pertambangan, Kamis, 16 Juli 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

Karena pihak pemborong tak kunjung menggubris dorongan pemrintah untuk mengurus izin. Dua ekskavator itu akan dijadikan barang bukti pelaporan pidana mengenai penggalian tanah tanpa mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Pria yang terkenal dengan julukan ‘koboi galian’ itu menekankan dampak penggalian ilegal seperti itu tidak dirasakan sekarang, tapi akan terasa pada waktu yang datang.

“Saya minta masyarakat tolong juga amankan police line yang kami pasang. Jangan ada oknum yang memberikan peluang untuk tindakan di wilayah ini dan di kabupaten-kota di Jawa Barat lainnya,” ucap dia.

(eug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here