Isak Tangis Kaum Ibu di Lokasi Penggusuran

Isak Tangis Kaum Ibu di Lokasi Penggusuran
Korban penggusuran menangis saat eskavator meratakan bangunan, Desa Sukaraya,, Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2020. (Foto: Sofian)
DEWAWEB

Urbanjabar.com – Eksavator meratakan tujuh bangunan di atas tanah seluaas 2.500 m2 di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kamis, 13 Agustus 2020. Warga sempat menghadang tapi gagal, karena jumlah petugas lebih banyak.

Seorang di antara mereka bahkan nekat naik ke atas alat berat yang datang atas permintaan Tim Eksekusi Pengadilan Negeri Cikarang. Perlu beberapa polwan untuk menurunkan wanita itu. Perlu diketahui, tanah itu menjadi sengketa selama 28 tahun.

Warga yang menghalangi proses ekskusi juga sempat dibawa polisi. Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Cikarang mengatakan hnya menjalankan pelimpahan eksekusi dari Pengadilan Negeri Bekasi.

Meski bangunan rumah telah rata dengan tanah, warga mengaku akan tetap bertahan di lokasi itu apapun alasannya.

“Saya hanya ingin mereka menunjukkan surat asli kepemilikan tanah,” kata salah seorang warga yang menjadi korban eksekusi itu, Deni.

Penggugat, Ade Sahroni, sudah menawarkan kepada warga untuk menjual tanah sengketa dengan pembagian 40 persen untuk tergugat, dan sisanya untuk pihaknya.

“Setelah digusur. Mereka akan tetap saya berikan uang sebesar Rp30 juta per rumah. Terserah mereka mau terima atau tidak, saya juga sudah tawarkan mereka tempat tinggal yang baru,” demikian Ade.

(eug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here