Hanya Bermodal 300 Ribu, Pemuda Asal Jawa Barat Ini Raup Hingga Ratusan Juta Dari Jual Saffron

  • Share
Hanya Bermodal 300 Ribu, Pemuda Asal Jawa Barat Ini Raup Hingga Ratusan Juta Dari Jual Saffron

Urbanjabar.com – Pernah bangkrut menjalani bisnis tak lantas membuat seorang Ramdani Murdiana (25) menyerah dan putus asa, ia merupakan warga dari provinsi Jawa Barat asal Kota Sukabumi yang sedang menyelesaikan pendidikan magister bisnis dengan jalur beasiswa di Ibn  Haldun University Istanbul-Turki. Dari berbagai kegagalannya ia mendapatkan pengalaman untuk terus belajar dan berkembang lebih baik lagi. Saat ini, Ramdani berhasil menjalankan bisnisnya dengan omset di atas Rp 100 juta per bulan dengan menjual saffron yang ia impor langsung dari Turki.

Ramdani bercerita, di penghujung akhir 2019 lalu pernah menjalani usaha fashion. Kala itu, ia memiliki online shop yang dijalankan oleh pegawainya. Tak main-main, modal yang ia keluarkan untuk menjalankan usahanya itu mencapai Rp 30 juta yang berasal dari modal tabungan pribadinya. Namun, bisnis itu hanya berjalan tiga bulan.

“Tahun 2019 lalu, saya memiliki usaha fashion yang saya jual secara online. Produknya saya kirimkan dari Turki dengan modal kurang lebih sekitar Rp 30 juta, dan itu nggak sampai 3 bulan sudah bangkrut, karena bersaing di dunia fashion ternyata tidak mudah.” katanya kepada wartawan, Minggu (23/08/2020).

Hingga akhirnya, hanya tersisa uang Rp 300 ribu yang dimiliki Ramdani kala itu. Tapi, ia terlatih sejak kecil selalu diajarkan mandiri dan ingin hidup dari berbisnis. Ia tetap berniat mencoba berbisnis kembali walaupun sudah gagal. Karena selalu ada pelajaran yang dapat dipetik hikmahnya dari setiap kegagalan.

Di saat yang bersamaan, Ramdani mengajak 2 rekannya untuk mencoba berbisnis kembali. Temannya yang juga penyandang modal memiliki uang masing-masing Rp 300 ribu.

“Saya punya sisa uang Rp 300 ribu dan mereka masing-masing punya Rp 300 ribu juga, usaha apa ya” katanya.

Dari modal Rp 300 ribu itu, ia pun cari barang untuk diputar menjadi keuntungan. Kebetulan, saat itu rempah-rempah saffron sedang booming di Indonesia. Ramdani pun langsung mencari link untuk bisa sampai ke pemilik lahan dan petani saffronnya langsung.

“Awalnya jualan per gram hingga puluhan gram saja per minggu, lalu kami membuat konsep bisnis yang menarik dan mulai dijual secara online di instagram dan market place. Alhamdulillah! ternyata peminatnya semakin bertambah banyak sejak kita membuat banyak konten bisnis untuk penjualan” terangnya.

“Dalam dua bulan, kami bisa menjual kurang lebih 3 kilo gram saffron. Dari situ, saya coba meluaskan networking saya dengan menghubungi langsung pemilik ladang saffronnya. Lalu saya mengajak beliau untuk bekerja sama, kebetulan beliau mau ketemu dengan saya. Akhirnya saya dikasih jalan untuk meluaskan pasar saffron ini, khususnya di pasar Asia” paparnya.

Bisnis Ramdani pun terus berkembang sampai sekarang. Ia kini menggandeng beberapa online shop dan toko herbal untuk menjalankan bisnisnya. Bisnis yang mulanya hanya mampu menjaula ratusan gram saffron per minggu, kini melesat lebih 4 kilo gram setiap bulannya.

Pemasaran yang mulanya melalui online di instagram dan market place, kini merambah ke offline di pusat oleh-oleh daerah dan toko herbal. Bahkan, ia juga mendapat pesanan hingga ke Malaysia dan Brunei Darusalam.

Di bulan Agustus hingga September tahun 2020 ini, Ramdani membuka kesempatan untuk siapa saja yang mau berbisnis saffron seperti Ramdani dengan bermodalkan Rp 50 ribu hingga 70 ribu saja, apabila dijalani dengan tekun dan semangat belajar berbisnis yang kuat, saffron yang dijual dapat menghasilkan untung 3-5x lipat, dan mampu menghasilkan omset minimal Rp 5 juta per bulan. Tentunya omset ini dapat dihasilkan dengan mengikuti program pelatihan bisnis yang akan diadakan oleh Ramdani dan timnya secara gratis bagi siapa saja yang berminat berbisnis saffron.

” InsyALLAH omset di atas Rp 5 juta sampai Rp 8 juta per bulan bagi yang berbinis saffron dengan saya. Karena saya beserta tim sudah menyiapkan program dan berbagai tips yang akan dibagikan secara gratis berdasarkan pengalaman pribadi saya kepada teman-teman yang berminat berjualan saffron” katanya.

Ramdani tak ingin sukses sendiri. Dirinya pun juga selalu membuka kemitraan untuk menjadi dropshipper, reseller, agen atau distributor. Untuk bermitra dengannya, cukup menghubungi Ramdani via facebook Ramdani Murdiana (Juragan Saffron) atau instagram @walikutay.

“Saya sudah menyiapkan panduan, sistem dan tim yang akan membantu dalam berbisnis saffron. Jadi kalau mau mulai bisnis, mulai saja. Jangan kebanyakan rencana, karena bisa jadi bencana. Bisnis gak melulu modal uang, banyak juga pebisnis yang berbisnis tanpa modal uang, kuncinya adalah networking dan skill. Seribu langkah kesuksesan kita selalu dimulai dari langkah pertama, catat itu.” ujarnya.

Ditengah pademi Covid-19 semakin banyaknya yang WFH (Working From Home) justru membuka kesempatan bisnis yang lebih besar. Apalagi produk saffron selama pademi covid-19 berkaitan dengan isu kesehatan yang semakin meningkat.

“Dengan segudang manfaat saffron yang salah satunya adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh membuat produk ini penjualannya naik meledak ditengah pademi” ia menambahkan.

Jangan mudah menyerah ketika gagal. Saat Anda mulai berbisnis diperlukan kerja keras dan kegigihan agar keuntungan yang didapat bukan hanya bentuk materi saja namun juga dapat mendapatkan esensi jualan yang pertama, yaitu menolong orang, tidak banyak orang yang sadar bahwa jualan adalah proses pertukaran uang dan manfaat. Setiap uang yang dikeluarkan oleh pembeli akan ditukar dengan manfaat yang dikemas dalam bentuk produk ataupun jasa. Setiap manfaat memiliki kemampuan untuk memenuhi keinginan, kebutuhan dan bahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *