Jelang Pilkada Depok, Ranting PDIP Pondok Petir Undur Diri dari Kepengurusan

DEWAWEB

Urbanjabar.com, DEPOK – Memasuki perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020.

Jajaran pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojong Sari, Kota Depok, Jawa Barat mengundurkan diri.

“Ini sikap pengurusan ranting PDIP Pondok Petir dari struktural parpol.

Sikap pengunduran ini tidak mundur dari parpol,” kata Sekretaris Ranting PDIP Pondok Petir Harsono kepada WartaDepok.com, Senin (7/9).

Sikap pengunduran diri dari struktural parpol secara tertulis dan akan diserahkan ke PAC Bojongsari, DPC PDIP Depok, dan akan ditebuskan ke DPD PDIP Jawa Barat dan DPP PDIP.

“Pernyataan pengunduran diri telah ditanda tangan oleh sembilan orang pegurus ranting Pondok Petir,” kata dia.

Sikap pengunduran diri sambung dia, sebagai dorongan para kader PDIP di Pondok Petir lebih baik kedepannya.

Kader PDIP Pondok Petir masih tetap sebagai kader partai dan tetap melayani masyarakat dan memperjuangkan PDIP sebagai parpol pelopor.

“Tidak ada kaitan dengan pilkada Depok 2020. Kami sebagai kader partai tetap menghormati parpol dan menjalankan keputusan partai sebaik mungkin,”

“Kami mundur bukan berarti dari parpol. tapi kami mundur dari pertanggungjawaban struktutal parpol,” tegas dia.

Sementara itu, ketua Ranting PDIP Pondok Petir Sukirno menjelaskan alasan pengunduran dari struktural pengurusan parpol PDIP di tingkat kelurahan periode 2019-2024.

Ia menyebutkan ada 12 poin alasan pengurus Ranting PDIP Pondok Petir mengundurkan diri.

Pertama, dalam keputusan kepengurusan sebelumnya pengurus PAC yang periode ini ditunjuk kembali oleh DPD parta, tidak mampo memotivasi dan melakukan konsolidasi partai di tingkat pengurus ranting sehingga akan terwujud sebagai partai pelopor.

Kedua, fungsi dan keberadaan kepengurusan ranting sudah dianggap tidak ada / sekedar pelengkap sehingga dalam pembentukan berikut penetepan KSB PAC Bojongsari masa bakti 2029 sampai 2024 jauh dari aspirasi ranting yang saat ini sangat menghendaki ada perubahan.

Ketiga para kader dan warga PDIP di kelurahan Pondok Petir menolak penetapan PAC Bojongsari.

Keempat ketua PAC Bojongsari selama periode yang lalu secara organisasi belum pernah mendatangi ranting.

Kelima, pengurus PAC periode lalu hanya bekerja jika ada hajat pemilu dan pilkada saja.

Keenam, pengurus PAC sebelumnya tidak memiliki program kerja yang jelas dan berkesinambungan sebagai partai pelopor.

Ketujuh PAC selama ini nampak sekali tidak punya kemampuan untuk membesarkan partai.

Kedelapan, enam ranting dari tujuh ranting se Kecamatan Bonjongsari yang adacsama sekali tidak didengar aspirasinya.

Kesembilan lebih baik ranting pondok Petir mencari nafkah keluarga dari pada tidak dihargai pentingi partai.

Kesepuluh, figur ketua PAC Bojongsari 90 persen tidak dikenal oleh segenap kader dan warga PDI Perjuangan di luar kelurahan Duren Mekar.

Kesebelas, pengurus PAC Bojongsari tidak pernah turun ke bawah sosialisasi dan konsolidasi partai.

keduabelas, pengurus ranting se-Bojongsari menilai PAC PDI Perjuangan Bojongsari perlu dilakukan perubahan.

Pengurus Ranting PDIP Pondok Petir berharap pengurus partai untuk kembali kepada asal PDIP yaitu partai wong cilik.

Lalu jangan kecilkan wong cilik, jangan tidak diuwongkan wong cilik.

“Karena berkat jasa wong cilik PDI Perjuangan ini menjadi besar, ” pungkasnya.

yuf/uj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here