Inspektorat Periksa Desa Muktijaya, Kades Jamin Penyaluran Sesuai Aturan

Inspektorat Periksa Desa Muktijaya, Kades Jamin Penyaluran Sesuai Aturan
Pemeriksaan salah seorang penerima BLT DD di RT 001 RW 03, Kampung Cigelam, Desa Muktijaya, Kecamatan Setu, Rabu, 14 Oktober 2020. (Foto: Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com – Kondisi pandemi membuat pihak desa mengalihkan anggaran untuk penanganan covid-19 dan bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Mendes PDTT.

Sejak akhir Agustus 2020, sejumlah desa di Kabupaten Bekasi menjalani verifikasi penggunaan dana desa terkait dua hal itu. Inspektorat Kabupaten Bekasi menyambangi Desa Muktijaya, Kecamatan Setu, Rabu, 14 Oktober 2020.

Lima orang anggota Inspektorat yang dipimpin Tiur Octaria pertama kali memeriksa berkas terkait. Kemudian mereka memverifikasi sampel penerima BLT DD, dari 3 dusun yang ada, tiap dusun 10 orang.

Salah satu rumah warga yang dikunjungi oleh Inspektorat terletak di Kampung Cigelam, RT 003 RW 10. Di sana petugas meminta data, dan juga bertanya tentang penyaluran BLT.

“Pengambilan langsung di BJB. Gak ada potongan. Saya berjualan lauk matang. Memang sangat terbantu karena saat ini orang tua sedang sakit, jadi jualan berhenti,” kata warga itu.

Kepala Desa Muktijaya, Runi Nuraini, memastikan penggunaan dana desa sudah sesuai aturan pemerintah. Dia pun menjamin penyaluran tepat sasaran.

“BLT-DD ini memang difokuskan untuk yang benar-benar membutuhkan di Mukti Jaya. Total penerima sebanyak 260 KK,” ujar dia.

Ia menjelaskan mayoritas penerima BLT DD adalah warga yang ekonominya terdampak selama pandemi covid-19.

“Bermacam-macam, ada kuli kasar, warga yang terkena PHK dan pedagang-pedagang kecil,”ujar dia.

Runi pun memastikan tidak ada oknum yang memotong penyaluran BLT DD.

“Penyaluran kan dikawal langsung oleh Bank BJB,” tuturnya.

Inspektorat Periksa Desa Muktijaya, Kades Jamin Penyaluran Sesuai Aturan 02
Pemeriksaan salah seorang penerima BLT DD di RT 001 RW 03, Kampung Cigelam, Desa Muktijaya, Kecamatan Setu, Rabu, 14 Oktober 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

Pemeriksaan berlanjut ke desa lain

Kasi Pemerintahan Kecamatan Setu, Kusnadi, menjelaskan 4 desa sebelumnya sudah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Desa yang sudah diperiksa adalah Burangkeng, Kertarahayu, Cileduk, dan CIkaregeman. Pemeriksaan telah berlangsung pada 25 Agustus 2020 di Kantor Camat Setu.

“Desa Muktijaya adalah desa pertama di Setu yang diperiksa Inspektorat Kabupaten Bekasi. Besok Cijengkol dan Lubangbuaya,” katanya.

Kemudian, pada hari Senin (19/10) akan berlangsung untuk Desa Ragemanunggal dan Tamansari, dilanjutkan oleh Cibening dan Tamanrahayu.

“Pemeriksaan awalnya berkas BLT dan penggunaan dana desa untuk covid-19, dan padat karya tunai desa (PKTD) di Desa,” ucap dia.

(umk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here