Pelayanan Desa Cibening Tutup Dua, Warga Kecewa

Kantor Desa Cibening
Suasana Kantor Desa Cibening, Kecamatan Setu, Selasa, 27 Oktober 2020, pukul 10:00 pagi. (Foto: Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Warga yang datang ke Desa Cibening, Kecamatan Setu kecewa lantaran pelayanan kantor desa tutup selama dua hari berturut-turut, Senin dan Selasa 25-26 Oktober 2020.

Hal ini akibat, seluruh aparatur pemerintah (Pemdes) Desa Cibening melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Garut selama dua hari.

“Iya, tadi mau ngurus berkas balik lagi, kantor desa tutup. Ga ada pengumuman resmi. Hanya ada tulisan kertas ditempel di pintu. Jadi mau ga mau balik lagi besok,” kata salah satu warga.

Berdasarkan pantauan, pintu kantor desa ditutup rapat hanya ada penjaga dan staf BPD yang berada area halaman, gerbang halaman kantor desa pun hanya dibuka setengah.

Terdapat pengumuman bertuliskan “Tidak Melayani Seperti Biasanya, Karena Sedang Pelatihan/Bimtek Keluar Daerah” tulis pengumuman tersebut.

Sekretaris Camat (Sekcam) Setu, Muhammad Ali Amran mengakui jika Pemdes Cibening sudah berkirim surat akan kegiatan bimtek tersebut, namun ia tidak tahu menahu jika pelayanan ditutup.

“Surat pemberitahuan ada, tapi nanti kita kroscek lagi terkait pelayanan,” kata dia, Selasa, 27 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto. sangat menyayangkan langkah yang diambil Pemdes Cibening yang harus menutup pelayanan.

“Sangat disayangkan, ini masalah manajemen pengelolaan, pelatihan bukannya tidak boleh karena mungkin sudah masuk perencanaan dan ada anggaran,” tuturnya.

Menurut Budiyanto, jika memang harus melakukan bimtek, pelayanan tidak boleh dikurangki. Harus ada aparatur desa yang berjaga sehingga pelayanan tetap normal.

“Sebetulnya hari kerja atau libur tidak masalah, yang terpenting mapping personil. Harus ada yang jaga gawang. Ini sangat disayangkan dan harus menjadi catatan pemdes yang lain. Pelayanan tidak mengenal libur,” ucap Politisi PKS ini.

Budiyanto juga menyebut, sebaiknya bimtek tidak dilaksanakan jauh dari Kabupaten Bekasi.

“Tidak harus jauh-jauh banget ke Garut. Asal luar Bekasi deh, Purwakarta, Bogor bisa. Satu dua orang staf harus berjaga,” paparnya.

(sti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here