Sisi Lain Kepulauan Seribu, Pesona Pulau Kotok Surga Kecil Elang Bondol

Sisi Lain Kepulauan Seribu, Pesona Pulau Kotok Surga Kecil Elang Bondol
DEWAWEB

Urbanjabar.com – Kepulauan Seribu adalah surga wisata pulau yang ada di DKI Jakarta. Begitu banyak pulau yang ada di kabupaten ini, salah satunya adalah Pulau Kotok yang masih asri dan memiliki udara sejuk.

Pulau Kotok memiliki pantai dengan pasir berwarna putih berpadu laut biru, sangat cocok menjadi tempat berlibur. Pulau ini pun dijadikan lokasi pelestarian elang bondol.

Pulau Kotok dapat diakses dengan kapal dari Muara Angke, dari Jakarta menuju Pulau Harapan terlebih dulu, waktu yang dibutuhkan sekitar 3 jam. Kemudian dari Pulau Harapan dilanjutkan menggunakan kapal kecil sekitar 45 menit menuju Pulau Kotok.

Sesampainya di dermaga kecil Pulau Kotok jangan lupa untuk mengambil foto, karena pemandangan disini sangat keren.

“Pulau Kotok yang berada di Kepulauan Seribu, Jakarta ini memiliki pemandangan yang sangat indah, pasirnya yang putih dan lautnya yang juga sangat biru. Ayo dolan ke sini. Berenang dan loncat dari atas dermaga, dijamin seru banget. Di pulau ini, kamu juga bisa menikmati pemandangan sunset maupun sunrisenya. Tag dan ajak teman kamu,” tulis Instagram @ayodolan.

Pulau Kotok pun dikenal sebagai tempat Konservasi Elang Bondol. Untuk bisa berkunjung ke pusat penangkaran harus mendapat Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) dari BKSDA DKI Jakarta dan Jakarta Animal Aid Networks (JAAN).

Elang Bondol pernah menjadi maskot Jakarta saat Gubernur Ali Sadikin. Elang Bondol pun dijadikan maskot Asian Para Games tahun 2018 dengan nama Momo.

Elang Bondol memiliki nama latin Haliastur Indus adalah satwa endemik yang terancam punah sehingga dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan diatur dalam PP Nomor 106 Tahun 2018.

Pusat Konservasi Elang Bondol didirikan tahun 2004 di lahan seluas 3 hektar. Populasi elang bondol sekarang berjumlah 29 ekor. Kemudian ada sembilan elang laut, dan satu ekor elang kepala abu ikut juga ditangkar di sini.

Elang yang ada disini sebagian besar merupakan hasil sitaan dan pemberian warga. Elan tersebut selalu diberi makan ikan laut. Elang ini akan dilepasliarkan setelah melewati 3 tahap, yaitu pengecekan pada suaka, sosialisasi dan rilis. Waktu rilis tidak ditentukan, tergantung kondisi elang yang akan dilepas.

(gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here