Disdik Kabupaten Bekasi Sosialisasi KBM Tatap Muka di SMPN 1 Tamsel

SMPN 1 Tambun Selatan
Simulasi KBM tatap muka di SMPN 1 Tambun Selatan, Rabu, 16 Desember 2020. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Jelang pelaksanaan kegiatan belajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi berupaya menyosialisasikan tata cara KBM tersebut ke sejumlah sekolah.

Simulasi pertama digelar di SDN Karangraharja 02, Cikarang Utara; kemudian SMPN 3 Cikarang Utara pada 15 Desember 2020; dan SMPN 1 Tambun Selatan pada 16 Desember 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda, menjelaskan prosedur operasional standar protokol kesehatan di sekolah mulai siswa datang sampai pulang itu adalah satu kesatuan.

“Persoalan kapasitas kelas, yang penting jaga jarak minimal 1 meter. Sekolah punya kreativitas sendiri. Misal yang lain sebelum masuk ruangan ingin berjemur sebentar untuk kesehatan,” ucap dia kepada wartawan, Rabu, 16 Desember 2020.

Yang penting, kata dia, protokol kesehatan inti dijalankan pihak sekolah. Seperti mengukur suhu tubuh siswa dan mewajibkan mereka mencuci tangan sebelum masuk kelas.

“Kaitan dengan jam pelajaran yang tadinya 1 jam 40 menit, kita percepat jadi 20 menit. Yang penting sekarang relaksasi dulu, yang jenuh belajar di rumah bisa belajar di sekolah,” ucap dia.

Ketika suhu tubuh siswa melebihi 37,5, maka akan dibawa ke ruang isolasi. Kemudian, pada saat istirahat, tidak ada siswa yang keluar kelas, tetapi memakan bekal dari rumah di kelas.

“Kita samakan persepsi, saya minta kabid SMP melakukan hal yang sama di kecamatan lain. Prokes harus ditampilkan semua. Kita ingin menjaga ikhtiar selamat dari covid-19,” katanya.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri, zonasi dari pemerintah pusat tidak lagi berlaku. Jadi, kepala daerah diberi kewenangan memetakan sendiri kondisi wilayahnya.

“Izin keluar ketika kepala sekolah ngobrol dengan komite, misalkan sepakat KBM tatap muka, buat surat ke bupati. Kemudian kami memeriksa, ada namanya daftar periksa. Kita cek ketersediaan tempat cuci tangan, alur keluar-masuk, jarak antarkursi, ketersediaan masker dan thermo gun,” ucap dia.

Apabila sekolah tak memunuhi syarat itu, maka pihaknya tak akan memberi izin penyelenggaraan KBM tatap muka.

“Ketika bupati mengizinkan, tetapi wali murid tidak, itu tidak apa-apa. Saya minta ada fasilitasi belajar dari rumah,” demikian dia.

(bks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here