Tokoh NU Karawang Dukung Polri Tindak Tegas Perusuh Bangsa

Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasbi
DEWAWEB

URBANJABAR.COM, JABAR – Tindak tegas kepada oknum ormas yang melakukan perpecahan bangsa, elemen tokoh agama dan tokoh masyarakat Jawa Barat ini menyampaikan dukungan penuhnya kepada aparat TNI/Polri.

Kelompok ini berharap agar sikap tegas dari TNI/Polri untuk menindak tegas kelompok-kelompok perusuh bangsa yang ingin merongrong NKRI, karena hal itu dapat memecah persatuan bangsa.

Dukungan tersebut datang dari Tokoh NU Karawang KH. Ahmad Ruhiyad Abi, Tokoh Masyarakat Cirebon Mustakim, Ulama Ciamis H. Ismail Zen dan mantan Napiter asal Cirebon Rahman Surahman als Maman.

“Kami menyampaikan pernyataan sikap agar Polri dan TNI menindak semua pelanggar hukum yang ada di negeri ini tanpa pandang bulu,” ujar salah satu tokoh Agama kepada media, Kamis (17/12).

Ia menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Negara kita adalah Negara kesatuan Republik Indonesia tentu harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai wadah negara.

“Karena itu merupakan ajaran Islam, walaupun saat ini Negara kita sedang dalam ujian,” ujarnya lagi.

Para tokoh tersebut menambahkan bahwa saat ini banyak sekali provokasi, ujaran kebencian serta penyebaran berita-berita bohong (Hoaxs) di media sosial.

“Oleh sebab itu kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar jangan terpancing dan emosi karena kita harus tetap berpegang teguh kepada ajaran Rasulullah SAW,” tambahnya.

“Sekali lagi kami menyampaikan mendukung penuh kepada TNI dan Polri,”tutupnya.

Sebelumnya, diketahui Ormas yang dikenal dengan pembela HRS menunjukkan aksi solidaritas yang dapat memperkeruh suasana. Mereka berbondong-bondong melanggar protokeler kesehatan semata-mata untuk menyampaikan aksi simpatiknya kepada Imam Besar FPI HRS.

Imam FPI berinisial MHR ini diketahui telah melanggar hukum protokeler kesehatan atas kegiatan-kegiatan kerumunan di beberapa titik Jakarta dan Jawa Barat. Atas tindakannya itu, ia dijatuhi hukuman penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here