Upaya Pemdes Burangkeng Tekan Angka Stunting

Kades Burangkeng, Nemin, saat menyampaikan sambutan pada sosialisasi penanganan kasus stunting di Aula Desa Burangkeng, Setu, Selasa, 22 Desember 2020. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Pemerintah Desa (Pemdes) Burangkeng, Kecamatan Setu, meyakini angka stunting bisa ditekan dengan memperkuat informasi pencegahan kepada masyarakat.

Demikian yang disampaikan,  Kepala Desa Burangkeng, Nemin saat memberikan sambutan

“Sosialisasi Tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting” di Kantor Desa Burangkeng, Jalan Raya Setu-Burangkeg, Selasa, 22 Desember 2020, kepada kader posyandu.

“Kita tidak mau lagi ada kasus stunting di Desa Burangkeng. Sosialisasi ini penting, bagaimana cara penanganan dan cara menurunkan atau bahkan menghilangkan angka stunting, makanya kita hadir pihak Puskesmas,” sambung Nemin

Di Burangkeng, pada tahun 2020 ini terdapat 69 kasus stunting,  Nemin ingin di tahun depan angka stunting dapat menurun ditahun depan, angka stunting dapat ditekan dengan keterlibatan semua pihak.

“Saya sangat berharap besar dengan kader-kader posyandu untuk meningkatkan kesehatan, khususnya balita-balita. Jika kader posyandu berfungsi dengan baik dan ikhlas, angka itu dapat ditekan,” katanya.

Kader Posyandu dikatakan Nemin, merupakan ujung tombak kesehatan, karena terjun langsung ke masyarakat.

“Stunting ini kan karena berbagai faktor. Kader posyandu ini yang mensosialisasikan ke masyarakat, ke ibu-ibu hamil dan yang punya balita,” tuturnya.

Guna mendukung penekanan angka stunting di Desa Burangkeng, pemdes dikatakan Nemin memberikan subsidi untuk satu balita yang terkena stunting sebesar 150 ribu per bulan dan memberikan alat pengukur tinggi bayi untuk 29 posyandu di tahun 2020 ini.

“Di pustu ini kita ada dua bidan desa yang satu dari pemerintah kabupaten dan pihak desa pun menyediakan bidan desa, jadi ada dua bidan desa, kader posyandu bisa berkoordinasi dengan bidan desa,” ujar dia.

Ia menegaskan untuk subsidi bantuan tidak berbentuk uang, namun susu formula dan vitamin,

“Bantuan itu tidak berbentuk uang, melainkan susu, vitamin dan lainnya,”paparnya.

Tahun depan, Pemdes Burangkeng akan menambah jumlah posyandu sebanyak tiga unit di Perumahan Bekasi Timur Regensi dan Mustika  Park Place.

“Saya harap pelatihan ini dapat diserap dengan baik, agar kader posyandu memahami pencegahan dan penanganan Stunting,” paparnya.

Dalam pelatihan itu, Pemdes Burangkeng menghadirkan narasumber dari Puskesmas 1 Setu dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi.

Kepala Puskesmas 1, Supriyatin mengatakan, penyebab Stunting akibat kurang informasi pencegahan dari masyarakat.

“Beberapa faktor penyebab stunting, mulai dari kurang jaminan kesehatan, gaya hidup dan faktor lainnya,”kata dia.

 

(bks)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here