Dua Pegawai Hotel Batiqa Dikeroyok Tujuh Orang

Rekaman CCTV peristiwa pemukulan di Hotel Batiqa, Cikarang Selatan, Minggu, 3 Januari 2021 (Foto: Istimewa)
DEWAWEB

 

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Dua orang pegawai Hotel Batiqa dikeroyok oleh tujuh orang di dalam hotel, Minggu, 3 Januari 2021, pukul 02.00 WIB. Akibatnya, mereka menderita luka pada sejumlah bagian tubuh.

Antonius Heru, 38 tahun, dan Ahmad Fauzi, 30 tahun, menjadi korban atas peristiwa itu saat sedang bertugas malam.

Antonius sedikit kronologi kejadian itu kepada wartawan, Senin, 4 Januari 2020. Dia menjelaskan hotel sudah tidak menerima pesanan makanan karena sesuai instruksi pemerintah dalam kondisi pandemi covid-19, usaha tutup pada pukul 21.00 WIB. Saat itu pelaku datang pukul 02.00 WIB, sebagaimana tertera pada timestamp CCTV.

Usai mendapat penjelasan itu, korban malah dianiaya. Korban lain yang berusaha melerai, Ahmad Fauzi, jadi turut jadi korban pemukulan.

“Kami hanya mengikuti prosedur pemerintah terkait jam buka yang hanya dibatasi sampai jam sembilan malam. Namun para pelaku bukannya memahami malah menganiaya kami secara membabi buta,” ucap Antonius, salah satu karyawan yang menjadi korban.

“Ada sekitar tujuh orang pelaku yang melakukan penganiayaan dan datang ke hotel dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. Saya mencoba memberi penjelasan, dan di balas para pelaku dengan penganiayaan hingga saya mengalami trauma mendalam akibat penganiayaan yang di lakukan para pelaku,” ucap dia.

Salah seorang pelaku mengaku sebagai anggota TNI dan sempat menunjukkan kartu tanda anggota saat menganiaya korban.

“Saya sempat melihat salah satu pelaku mengeluarkan kartu tanda anggota atau KTA. Salah satu pelaku sempat menghajar saya dengan menggunakan lampu taman di bagian kepala saya,” ucap dia.

Setelah menjadi korban penganiayaan, Antonius langsung membuat laporan di Mapolsek Cikarang Selatan.

Korban berharap polisi segera menangkap dan mengamankan para pelaku, terlebih kasus tersebut terekam secara jelas pada kamera CCTV.

“Saya bersama teman saya yang menjadi korban,hanya dapat berharap polisi segera meringkus para pelaku, karena apa yang dilakukan para pelaku. Sudah sangat merugikan saya dan teman saya yang merupakan korban, dari apa yang di intruksikan pemerintah dan petugas yang membatasi jam malam di saat pandemi covid 19 saat ini,” demikian dia.

(bks)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here