Manajemen Hotel Batiqa Beberkan Kronologi Pemukulan Dua Pegawainya

Antonius Heru, pegawai Hotel Batiqa yang menjadi korban pengeroyokan menunjukan laporan kepolisian kepada wartawan, Senin, 4 Januari 2020. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)
DEWAWEB

 

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Dua kasus pemukulan menimpa dua orang pegawai Hotel Batiqa, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang sedang bertugas pada Minggu, 3 Januari 2021. Atas hal itu, manajemen Hotel Batiqa memberikan keterangan resmi.

Pada keterangan itu, dua pegawai yang dikeroyok adalah Staf Front Office, Fauzi, dan executive chef yang pada malam itu bertugas sebagai manager on duty, Antonius Heru.

Kejadian ini berawal ketika delapan orang tamu yang terdiri atas tujuh pria dan satu wanita yang saat itu datang dalam keadaan mabuk. Pada saat itu, mereka memesan salah satu kamar untuk mengistirahatkan si tamu wanita. Tak berapa lama kemudian, ketujuh tamu pria tersebut datang ke konter front office dan menyampaikan bahwa mereka ingin mengorder minuman dari Fresqa Bistro.

“Kemudian dijelaskan oleh Staff FO kami, Fauzi bahwa restoran kami sudah tutup, karena jam operasional restoran dalam masa pandemi adalah jam 11 malam. Namun ketujuh tamu tersebut bersih keras untuk memesan minuman dari restoran,” terang Marketing Communication Hotel Batiqa, Risda, melalui keterangan resmi.

“Maka dari itu Security Hotel yang sedang bertugas segera menghubungi Heru yang sedang ditugaskan sebagai MOD hari itu melalui whatsapp. Saat itu juga Heru bergegas turun untuk meng-handle permintaan ketujuh tamu tersebut,” sambung dia.

Kemudian Heru menjelaskan kepada tujuh tamu tersebut bahwa mereka sudah tidak dapat memesan lagi dari Fresqa Bistro karena sudah di luar jam operasional. Namun mereka tetap bersih keras ingin makan di area restoran.

“Lalu mereka meminta agar disediakan saja tempat untuk mereka minum dan minumannya mereka akan beli dari luar. Akhirnya Heru meminta waktu sebentar ke kantornya (yang berada dibalik konter FO) untuk menghubungi General Manager Batiqa Hotel Jababeka, Gustaf Adolf,” ucap dia.

Baca juga: Keterangan Korban atas peristiwa ini

Namun, selang 3 menit, mereka meminta Heru keluar dan memaksa masuk ke kantor, tapi tidak berhasil karena dihalangi oleh Fauzi. Namun, saat hendak mengahalangi mereka masuk, Fauzi dipukuli oleh mereka. Tak lama kemudian Heru keluar dari kantor, salah satu dari ketujuh pria tersebut menarik kerah bajunya sampai robek menuju ke area Game Corner, kemudian Heru didorong, dipukuli, ditendang dengan sadis sampai Heru terjatuh.

Tanpa ampun, para pelaku secara bergantian mengeroyok Heru yang pada saat itu tidak memberikan perlawanan. Kemudian Heru diminta untuk pulang oleh mereka, pada saat berjalan menuju area luar hotel, mereka tetap memukul, dan menendang Heru.

“Pelaku mengklaim bahwa salah satu dari anggota mereka adalah Korem dan Polres. Saat telah sampai di area luar hotel merekapun melanjutkan aksi pengeroyokan terhadap Heru
dan juga Fauzi,” lanjut dia.

Terdapat dua anggota polisi berseragam datang karena dihubungi oleh para pelaku
untuk membawa Heru ke polisi dengan tuduhan atas perilaku tidak sopan, kemudian datang juga security kawasan Jababeka, namun tidak ada satupun dari mereka yang menghentikan pengeroyokan tersebut.

Kejadian ini berlangsung dari jam 02.25 sampai dengan 03.30 pagi, saat ini kedua korban,
Heru dan Fauzi mengalami luka-luka dan lebam akibat pengeroyokan, dan sedang melakukan Visum di Hosanna Medica Hospital yang nantinya kasus ini akan diproses untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian.

(bks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here