Petani di Setu Diajak untuk Manfaatkan Kartu Tani

  • Share
Ketua KNTA Kecamatan Setu, Dedi. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Keluhan petani terhadap kelangkaan dan harga pupuk yang mahal secara tidak langsung dapat memengaruhi hasil dan kualitas panen.

Oleh karena itu, petani didorong untuk mendaftarkan diri pada program kartu tani karena untuk mendapat manfaat dalam ketersediaan pupuk, dan harga pupuk yang tersubsidi.

Seperti diketahui, harga pupuk NPK di pasaran mencapai Rp350.000 per karung atau Rp7.000 per kilogram.

Ketua Komite Nelayan Tani Andalan (KNTA) Kecamatan Setu, Dedi, menjelaskan jika petani mendaftarkan diri pada program kartu tani akan mendapat pupuk dengan harga subsidi, yakni Rp115.000 per karung untuk NPK, dan Rp112.500 per karung untuk urea.

“Langka (di pasaran) karena memang regulasi sehingga petani mendapatkan pupuk dengan persyaratan kepemilikan kartu tani dengan memberikan KTP dan KK kepada penyuluh pertanian,” ucap dia.

Jadi, ucap dia, pupuk sebenarnya tidak langka, tetapi pengadaannya sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diajukan. Sehingga pupuk subsidi, baik NPK dan urea, yang tersedia di kios pupuk dijatah sesuai RDKK tersebut.

“Hanya 4 desa di Setu yang mengajukan (kartu tani): Ragemanunggal, Kertarahayu, Cikaregeman, dan Tamanrahayu. Misalkan di desa itu ada 100 petani yang mengajukan sesuai RDKK, hanya itu (yang dijatah),” ucap dia.

Kendala di lapangan, terutama di Kertarahayu, adalah banyaknya petani yang sudah berusia lanjut sehingga tak terlalu mengerti administrasi.

“Pokoknya yang penting ngajuin, tetap di-acc. Harus mengajukan dengan segera, deadline 14 Januari 2021. Kalau lewat 14 Januari, tidak bisa beli pupuk subdisi,” katanya.

Agar memastikan tiap petani terdaftar, Dedi meminta RT-RW giat mendata para petani. Saat ini, terhitung 200 lebih petani yang sudah terdata.

(bks)
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *