Meski Rawan Kecelakaan, Perlintasan Kereta Ilegal Tetap Ditempuh Pemotor

Pemotor tampak menunggu kereta melintas di perlintasan kereta api ilegal, Kecamatan Bekasi Barat, Kamis, 14 Januari 2021. (Foto: Muhammad Sofyan/urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kota Bekasi – Setidaknya masih ada empat perlintasan kereta api ilegal yang jadi pilihan pemotor untuk menghemat waktu tempuh perjalanan.

Salah satu perlintasan kereta api ilegal itu terletak di bawah kolong Jalan Layang Kranji, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat. Perlintasan ini masih menjadi kegemaran pemotor yang hendak ke Jalan I Gusti Ngurah Rai ke Jalan Raya Kali Baru, atau sebaliknya.

Jika tak ingin melintasi perlintasan ini, pemotor harus naik terlebih dahulu di Jalan Layang Kranji, lalu memutar. Ini berlaku untuk kedua arah. Akan tetapi, banyak yang enggan menempuhnya, dan memilih melintasi kolong.

Perlu diketahui, para pemotor sangat mengandalkan jasa penjaga perlintasan yang akan memberi tahu dan menahan arus kendaraan apabila kereka akan segera tiba. Meski ada yang menjaga, perlintasan ini tak luput dari kecelakaan.

Arif, Warga sekitar pelintasan KA mengaku sering melihat Kecelakaan karna ban sepeda motor yang terselip diantara bebatuan dan jika hujan batu yang bercampur tanah membuat jalan semakin licin hingga tak jarang bayak yang terjatuh dari kendaraannya.

“Kalau jatuh banyak kadang dia ban motornya selip di batu-batu, apalagi kalu hujan jalannya licin batunya kecampur sama tanah,” kata dia, Kamis, 14 Januari.

Berdasarkan data penelusuran urbanjabar.com, insiden yang paling anyar terjadi adalah pria lansia yang diduga menabrakkan diri ke kereta yang melintas. Korban yang identitasnya tak diketahui tewas di tempat kejadian perkara.

Selain di titik ini, tiga titik perlintasan kereta api liar di Bekasi adalah: Rawabebek, Ampera, dan Bulakkapal.

 

(msn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here