Kabalitbang KumHAM dan Raya Indonesia Bahas Regulasi Perlindungan Anak Dari Bahaya Iklan Rokok

DEWAWEB

Urbanjabar.com, Jakarta – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM (Kabalitbang KumHAM), Kemenkumham RI Sri Puguh Budi Utami dan lembaga Rumah Kajian dan Advokasi Kerakyatan Indonesia (Raya Indonesia) membahas kebijakan iklan rokok di internet yang sudah tidak terkendali hingga penyebab prevalensi perokok pada anak, Jum’at (15/01/2021).

Dalam pertemuan itu, terungkap lemahnya hukum yang mengatur tentang pelarangan iklan rokok yang membuat para industri secara bebas memasarkan produknya di dalam internet padahal sudah jelas bahwa rokok adalah sebagian dari jenis adiktif yang dilarang pemerintah.

Lembaga Raya Indonesia menyebut bahwa suatu hal keistimewaan pembahasan negara terhadap larangan zat adiktif.

Pada kesempatan itu, Sri Puguh Budi Utami mengatakan bahwa Kementrian pihaknya bersepakat masalah rokok pada anak adalah masalah bersama, sehingga pertemuan ini untuk mencari solusi pemasaran iklan-iklan rokok.

Namun, lanjutnya, perubahan perubahan-undangan akan lebih tepat jika disampaikan ke DPR RI. Walau demikian Balitbang Hukum & HAM akan mengoreksi kepada Bapak Menteri Hukum dan HAM, yang selanjutnya akan membantu mendukungnya dengan memfasilitasi kepada jajaran pemerintah dan kementerian terkait lainnya.

Dilain sisi, Ketua Umum Raya Indonesia Herry Chariansyah, SH, MH saat dikonfirmasi wartawan media ini menyampaikan, dia berharap Kementerian Hukum dan HAM bisa memaksimalkan perannya dalam upaya mempertegas regulasi mengenai iklan rokok di internet.

Salah satunya dengan mengkomunikasikan kepada pemerintah terkait, khususnya Kementrian Kesehatan dan juga Kementrian Informasi dan Komunikasi agar segera merevisi PP 109 Tahun 2012, serta mendorong presiden untuk segera meratifikasi FCTC, ujar Herry.

Diketahui dari catatan wartawan media ini, dari negara-negara ASEAN hanya Indonesia yang belum menerapkan pelarangan iklan rokok, sedangkan secara internasional Indonesia juga tertinggal dari negara-negara lainnya yang melarang iklan rokok sejak lama. (Pak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here