Bangunan Puskesmas Pembantu Cikarageman Memprihatinkan Ditengah Pandemi, F-BPD Setu Desak Pemerintah Segera Lakukan Renovasi

Kondisi bangunan baru pustu yang tak pernah terpakai sejak dibangun. Letaknya persis disamping kantor Desa cikaregeman, Kecamatan Setu. (Kontributor urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Forum Badan Permusyawaratan Desa (F-BPD) Kecamatan Setu mendesak pemerintah memprioritaskan renovasi puskesmas pembantu (Pustu) Desa Cikarageman, Kecamatan Setu. Pasalnya kondisi Pustu itu sudah sangat memprihatinkan.

Ketua F-BPD Kecamatan Setu, Eras Rasidi mengaku miris dengan bangunan yang tidak layak sebagai pusat tempat kesehatan masyarakat desa. Sehingga menimbulkan keresahan dimasyarakat.

“Itu sudah wajib jadi perhatian dan prioritas, kami sangat prihatin melihat kondisi puskesmas pembantu yang tidak layak seperti itu,”kata Eras.

Terlebih saat ini dikatakan Eras dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga pusat layanan kesehatan di desa-desa harus betul layak, sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Ini sangat miris, ditengah gencarnya pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten menerapkan protokol kesehatan, namun tempat untuk kesehatan pun tidak diperhatikan,”kata mantan Sekretaris PAN Kabupaten Bekasi itu.

Bangunan itu dibangun menggunakan anggaran pemerintah kabupaten, jadi pihak desa pun tidak bisa merenovasi ataupun memanfaatkan bangunan itu dengan anggaran desa.

Sebelumnya diberitakan kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Cikarageman sangat mengkhawatirkan dan tidak layak untuk dijadikan sebagai tempat layanan kesehatan.

Pantauan awak media, pihak puskesmas masih bangunan lama yang kondisinya tidak layak. Sedangkan bangunan pustu yang baru dibangun sekitar tahun 2012, belum digunakan lantaran diduga belum diserahterimakan dari dinas terkait.

Kondisi bangunan lama Pustu tersebut sudah rapuh, tampak gypsum langit-langit sudah mau ambruk dan material kayu terlihat lapuk, begitu juga gedung Pustu yang baru, juga dalam keadaaan rusak.

“Masih berfungsi dan aktif namun memang bisa dilihat tidak laik untuk dijadikan tempat kesehatan. Pustu melayani di hari Senin, Rabu dan Jumat,”kata Sekretaris Desa Cikarageman, Sugih dikonfirmasi.

Sedangkan untuk bangunan baru dikatakan Sugih sama sekali belum digunakan oleh pihak kesehatan,”Itu dibangun masih jaman Bupati Sadudin dan pemerintah desa yang lama. Memang belum digunakan dari awal,”kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here