Tak Masalah Pedagang Daging Mogok

Hartati, salah seroang warga Tambun Selatan, di Pasar Tambun, Kamis, 21 Januari 2021. (Foto: Urbanjabar.com/Muhammad Sofyan)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Pedagang daging mogok tak membuat warga gusar. Bahkan, beberapa warga tak mengetahui bahwa para pedagang daging se-Indonesia menggelar aksi mogok jualan. Salah satu warga itu adalah Hartati.

“Tidak tahu kalau ada mogok. Ya, saya juga jarang beli daging, paling sesekali saja kalau kepingin buat nambahin masakan di rumah,” ucap dia kepada Reporter Urbanjabar.com, Kamis, 21 Januari 2021.

Otomatis, Hartati tak merasa terpengaruh akibat aksi mogok pedagang itu. Meski demikian, dia berharap harga daging yagn telanjur melonjak kembalu normal.

“Paling ganti pake telor kalo pedagang daging lama gak dagang. Harapannya supaya kembali normal aja, kasihan pedagang daging biar bisa jualan lagi,” imbuhnya.

Pedagang daging mogok sebagai bentuk protes terhadap pemerintah pusat, karena harga karkas di rumah pemotongan hewan (RPH) melonjak menjai Rp90.000 per kilogram. Sehingga, para pedagang tak dapat menjual daging di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Pembeli lain, Niken, mengaku sering membeli daging untuk konsumsi keluarga.

“Beli daging sering, buat konsumsi sendiri, seminggu bisa dua kali deh, makanya langganan saya belum buka, ikut mogok juga kayanya,” kata dia.

Dia berharap semua kembali normal dan dapat membeli daging dengan harga terjangkau. Sementara ini dia mengganti daging sapi dengan daging ikan.

 

(msn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here